Karl Bushby akhirnya tiba di Inggris pada 5 Oktober 2026 setelah hampir 28 tahun menempuh perjalanan sekitar 50.000 kilometer tanpa menggunakan kendaraan. Petualang asal Inggris itu memulai perjalanannya dari Punta Arenas, Chile, pada November 1998, dengan tujuan pulang ke rumah ibunya di dekat Hull, Inggris utara.
Pria berusia 57 tahun tersebut menuntaskan perjalanan panjangnya dengan berenang menyeberangi Selat Inggris dari Prancis. Kedatangannya di tanah kelahiran menutup petualangan lintas benua yang membawanya melewati 29 negara dan menghadapkan dirinya pada beragam penundaan.
Perjalanan Karl Bushby dimulai dari Chile
Bushby, mantan penerjun payung, berangkat dari Punta Arenas dengan tekad mencapai rumah tanpa naik pesawat, kereta, kapal, mobil, ataupun moda transportasi lain. Perjalanan itu bukan sekadar upaya menempuh jarak jauh, melainkan juga tantangan untuk membuktikan batas kemampuan dirinya.
Rutenya membentang dari Amerika Selatan, melintasi benua Amerika, lalu menuju Inggris. Dalam perjalanan, ia menyeberangi Selat Bering dari Alaska ke Rusia sebelum meneruskan perjalanan darat dari wilayah timur menuju barat.
Perjalanan yang dimulai pada 1998 itu berlangsung jauh lebih lama daripada perjalanan biasa. Bushby menghabiskan hampir tiga dekade dalam ekspedisi tersebut, dengan berbagai jeda yang membuatnya harus menghentikan langkah untuk sementara waktu sebelum kembali melanjutkan rute dari titik terakhir.
Dalam pernyataan yang dirilis pada Selasa, 6 Oktober, Bushby menggambarkan kepulangannya sebagai momen yang menggembirakan. “Rasanya menyenangkan bisa kembali menginjakkan kaki di tanah Inggris setelah bertahun-tahun,” katanya.
Selat Inggris menjadi tahap terakhir
Sebelum mencapai Inggris, Bushby berenang menyeberangi Selat Inggris dari Prancis. Penyeberangan itu dilakukan setelah ia dan timnya memperoleh izin dari otoritas Inggris dan Prancis.
Rencana tersebut tidak diumumkan sebelumnya. Bushby dan tim memilih merahasiakan penyeberangan itu dengan alasan keamanan dan keselamatan, hingga akhirnya ia tiba di wilayah Inggris pada 5 Oktober.
Setelah mendarat, ia disambut keluarga dan teman-temannya di Shakespeare Beach, dekat Dover. Ayah dan saudara-saudaranya hadir dalam penyambutan itu. Sutradara Werner Herzog beserta kru filmnya juga berada di lokasi untuk membuat dokumenter berjudul Walk of Life mengenai perjalanan Bushby.
Kepulangan itu menjadi penanda berakhirnya ekspedisi yang selama puluhan tahun dijalani jauh dari rumah. Namun, perjalanan menuju garis akhir tidak berlangsung mulus. Berbagai hambatan membuat Bushby beberapa kali harus berhenti, termasuk kesulitan memperoleh visa untuk memasuki Rusia.
Visa, krisis keuangan, dan pandemi menunda perjalanan
Penolakan Rusia memberikan dampak besar karena rute Bushby melewati negara tersebut. Selain persoalan visa, krisis keuangan global pada 2008 dan pandemi Covid-19 turut menunda kelanjutan ekspedisinya.
Ketika perjalanan terhenti, Bushby sempat tinggal di Meksiko. Ia kemudian kembali melanjutkan perjalanan dari lokasi terakhir, menjaga agar perjalanan pulang itu tetap berjalan sesuai prinsip awalnya: tidak menggunakan kendaraan.
Jeda-jeda tersebut memperpanjang perjalanan, tetapi tidak mengubah tujuan akhirnya. Bushby tetap berusaha menuntaskan rute dari Amerika Selatan hingga Inggris, menempuh sekitar 50.000 kilometer dan melewati 29 negara sebelum akhirnya kembali ke tanah kelahirannya.
Dalam pernyataannya, ia mengakui bahwa perjalanan itu tidak mudah—dan justru di situlah bagian dari tujuannya. “Membuktikan bahwa saya mampu melakukan lebih dari yang selama ini saya kira, kita semua bisa mencapai lebih dari yang pernah kita bayangkan,” ujarnya.
Setelah pulang, Bushby menghadapi kehidupan baru
Kepulangan ke Inggris mengakhiri perjalanan fisik yang dimulai pada 1998, tetapi menghadirkan tantangan berbeda: kembali menyesuaikan diri dengan kehidupan normal setelah bertahun-tahun berada di jalan. Bahan berita tidak merinci seperti apa rencana Bushby setelah tiba, selain menyebut ia kini perlu beradaptasi kembali.
Perjalanannya juga akan diabadikan melalui dokumenter Walk of Life yang digarap Werner Herzog dan kru filmnya. Kisah tersebut membawa perjalanan Bushby ke ruang yang lebih luas, dari rute panjang antarnegara hingga ketekunan menghadapi hambatan yang berulang.
Setelah hampir 28 tahun, jarak antara titik awal di Chile dan rumah ibunya di dekat Hull akhirnya terhubung. Bagi Bushby, kepulangan itu bukan hanya soal menjejakkan kaki di Inggris, tetapi juga penutup dari perjalanan yang sejak awal menguji seberapa jauh seseorang dapat mendorong batas dirinya.