Berita Untuk Kita dan Semua Hari Ini

Kesehatan

Vietnam Perkuat Layanan Kesehatan Primer di Daerah

Vietnam memperkuat layanan kesehatan primer agar pencegahan penyakit dapat dilakukan lebih dini hingga menjangkau masyarakat di tingkat kecamatan dan desa. Di Kota Hue, Dinas Kesehatan setempat menggelar konferensi pada 19 Oktober untuk mengarahkan kegiatan pencegahan penyakit di pos-pos kesehatan dan meningkatkan kesiapan petugas di lapangan.

Penguatan ini menyusul pengalihan tugas dan personel bidang kedokteran pencegahan, kependudukan, keamanan pangan, serta kesejahteraan sosial. Sejak 1 Oktober 2026, sebanyak 190 personel dan fungsi terkait dipindahkan dari pusat kesehatan di bawah Dinas Kesehatan ke pos kesehatan yang berada di bawah komite rakyat tingkat kecamatan dan desa.

Perubahan tersebut menempatkan pos kesehatan sebagai salah satu garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Kedekatan petugas dengan warga dinilai memberi peluang lebih besar untuk mengenali kelompok berisiko, menyampaikan edukasi kesehatan, dan merespons tanda-tanda awal wabah.

Pos kesehatan menjadi garda terdepan pencegahan

Setelah mengambil alih tanggung jawab, pos kesehatan di Hue mulai mengatur kegiatan pencegahan, mengelola kelompok sasaran, dan menjalankan program kesehatan masyarakat. Pemahaman petugas terhadap kondisi setempat juga dapat membantu mereka berkoordinasi dengan pemerintah maupun organisasi di wilayah masing-masing.

Namun, tugas baru itu membutuhkan dukungan yang memadai. Dalam konferensi tersebut, Dinas Kesehatan Kota Hue mengarahkan penguatan kapasitas profesional, kepastian pendanaan, serta penyediaan kondisi yang diperlukan agar program pencegahan dapat berjalan.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Kota Hue diminta berperan dalam koordinasi, pembimbingan, pelatihan, dan pengawasan profesional. Dukungan itu antara lain ditujukan agar petugas pos kesehatan dapat memperbarui prosedur serta meningkatkan kemampuan mendeteksi dan menangani wabah sejak dini.

Pimpinan Dinas Kesehatan juga meminta pemerintah kecamatan dan pos kesehatan setempat menyusun rencana kegiatan secara proaktif, mengalokasikan dana, dan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Kerja bersama diperlukan agar program tidak hanya bertumpu pada tenaga kesehatan, tetapi juga didukung organisasi dan instansi di wilayah setempat.

Koordinasi dan deteksi dini jadi prioritas

Pengawasan epidemiologi, rujukan pasien, pertukaran informasi, dan pemantauan kondisi warga menjadi bagian penting dari koordinasi yang perlu diperkuat. Hubungan antara pusat pengendalian penyakit, pos kesehatan, dan fasilitas medis diharapkan berjalan lebih teratur sehingga perubahan kondisi kesehatan masyarakat dapat segera ditindaklanjuti.

Penguatan layanan di tingkat akar rumput juga ditujukan untuk mengurangi risiko penularan di komunitas dan meringankan beban fasilitas kesehatan yang lebih tinggi. Dengan dukungan sumber daya dan pendampingan profesional yang rutin, pos kesehatan diharapkan mampu menjalankan peran perlindungan dan perawatan kesehatan secara lebih efektif.

Arah kebijakan tersebut sejalan dengan pergeseran pendekatan kesehatan di Vietnam, dari fokus utama pada diagnosis dan pengobatan menuju pencegahan serta pemantauan kesehatan sepanjang siklus hidup. Resolusi 72-NQ/TW, sebagaimana dilaporkan dalam sumber Vietnam.vn, mencantumkan rencana pemeriksaan kesehatan berkala gratis setidaknya sekali setahun mulai 2026, disertai pembentukan rekam medis elektronik bagi warga.

Quang Ninh mulai memperluas pemeriksaan warga

Pelaksanaan kebijakan kesehatan proaktif terlihat di Provinsi Quang Ninh. Hingga 30 September 2026, hampir 1,3 juta orang telah menjalani pemeriksaan rutin, atau 99,98 persen dari jumlah warga yang menjadi sasaran pemeriksaan.

Pemeriksaan itu menemukan sejumlah kondisi, antara lain hipertensi, diabetes, gagal ginjal, penyakit kardiovaskular, kanker, dan gangguan mata. Warga yang membutuhkan penanganan lebih lanjut didiagnosis atau dirujuk ke fasilitas khusus agar memperoleh layanan yang sesuai.

Quang Ninh juga mulai melengkapi rekam medis elektronik penduduk setelah pemeriksaan nasional selesai. Lebih dari 600.000 rekam medis individu telah dibuat dan terhubung dengan portal Kementerian Kesehatan, sementara lebih dari 482.000 orang tercatat memiliki rekam medis elektronik di aplikasi VNeID.

Data kesehatan digital dapat membantu petugas memantau riwayat medis, hasil pemeriksaan, tanda vital, dan vaksinasi. Bagi tenaga kesehatan, akses terhadap informasi tersebut berpotensi mendukung diagnosis dan rencana perawatan, sekaligus mengurangi pekerjaan administratif yang berulang.

Pengalaman Hue dan Quang Ninh menunjukkan dua kebutuhan yang saling melengkapi: layanan yang dekat dengan warga dan sistem yang mampu menghubungkan informasi kesehatan. Tantangan berikutnya adalah menjaga kecukupan tenaga, pendanaan, dan koordinasi agar deteksi dini tidak berhenti sebagai program, melainkan menjadi bagian rutin dari pelayanan masyarakat.

Beritakita