Berita Untuk Kita dan Semua Hari Ini

Teknologi

WhatsApp Disadap? Periksa Perangkat Tertaut dan Tanda Ini

Akun WhatsApp yang mengirim pesan tanpa sepengetahuan pemiliknya atau tiba-tiba meminta verifikasi ulang perlu segera diperiksa. Salah satu pemeriksaan paling langsung adalah membuka menu Perangkat Tertaut untuk memastikan tidak ada komputer atau perangkat lain yang mengakses akun tanpa izin.

Gejala seperti itu belum otomatis membuktikan penyadapan. Namun, sejumlah tanda yang muncul bersamaan patut ditindaklanjuti. Pengguna juga perlu membedakan aktivitas akun yang benar-benar asing dari gangguan ponsel atau sesi WhatsApp lain yang memang mereka gunakan.

Perangkat asing menjadi petunjuk utama

Menu Perangkat Tertaut menampilkan sesi yang tersambung dengan akun WhatsApp. Periksa nama perangkat dan waktu aktivitas terakhirnya. Jika terlihat komputer, peramban, atau perangkat yang tidak pernah Anda pakai, keluarkan sesi tersebut. Pemeriksaan ini disarankan dalam laporan Suara.com dan detikInet mengenai akses WhatsApp tanpa izin.

Untuk memeriksanya, buka WhatsApp lalu masuk ke menu Perangkat Tertaut. Pada ponsel tertentu, menu itu dapat ditemukan melalui ikon tiga titik di sudut kanan atas. Tinjau setiap sesi yang tercantum, lalu pilih perangkat yang tidak dikenal dan keluarkan dari akun.

Pesan yang terkirim sendiri juga perlu diperiksa. Tanyakan kepada penerima apakah ada pesan yang berasal dari akun Anda, lalu cocokkan dengan riwayat percakapan. Pesan yang sudah terbaca padahal Anda belum membukanya dapat menjadi petunjuk, tetapi pastikan lebih dulu pesan itu tidak dibuka melalui perangkat lain milik Anda.

CNN Indonesia juga mencatat sejumlah tanda lain, seperti akun mendadak keluar, status terlihat online saat pemiliknya tidak sedang memakai WhatsApp, atau muncul pesan dari nomor yang tidak dikenal. Perubahan pada nama, foto, maupun informasi profil patut diperiksa. Jika daftar kontak memuat nama yang tidak Anda kenali, telusuri apakah kontak itu memang pernah ditambahkan oleh Anda.

Kode verifikasi yang tak diminta jangan dibagikan

Kode OTP yang masuk lewat SMS atau panggilan tanpa diminta bisa menandakan ada upaya mendaftarkan nomor Anda pada perangkat lain. Kode tersebut berfungsi untuk verifikasi akun. Jangan memberikannya kepada siapa pun, termasuk orang yang mengaku sebagai petugas atau teman. Jika Anda masih bisa masuk ke WhatsApp, periksa sesi tertaut dan segera keluarkan perangkat asing.

Jika akun tiba-tiba keluar dan meminta verifikasi nomor, jangan abaikan pemberitahuan itu. detikInet menyebut pengguna dapat masuk kembali dengan nomor telepon dan kode OTP yang diterima. Setelah proses berhasil, perangkat lain yang tersambung akan dikeluarkan. Pastikan kode hanya dimasukkan di aplikasi WhatsApp resmi dan tidak dikirimkan kepada orang lain.

Pengguna juga dapat mengaktifkan verifikasi dua langkah melalui Settings, Account, lalu Two-step verification. Fitur ini meminta PIN tambahan saat nomor didaftarkan kembali. detikInet menyarankan pengguna turut memasukkan alamat email pada pengaturan tersebut. PIN itu berbeda dari kode OTP yang dikirim melalui SMS.

Gejala ponsel perlu diperiksa, bukan langsung disimpulkan

Baterai yang cepat panas atau boros, kuota yang tiba-tiba banyak terpakai, serta ponsel yang membuka aplikasi sendiri juga disebut detikInet sebagai tanda yang patut diwaspadai. Namun, gejala tersebut tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa WhatsApp sedang disadap. Penggunaan aplikasi yang berat bisa membuat baterai panas, sementara penyebab lain dapat memengaruhi konsumsi daya dan data.

Jika perilaku ponsel berubah bersamaan dengan aktivitas WhatsApp yang tidak dikenal, periksa daftar aplikasi dan sumber unduhannya. CNN Indonesia mengingatkan risiko malware yang dapat mencuri data atau mengakses isi ponsel. Hindari memasang aplikasi dari pihak ketiga yang tidak tepercaya. Pesan mencurigakan berisi tautan juga sebaiknya tidak dibuka sebelum asal dan tujuannya jelas.

WhatsApp menggunakan enkripsi untuk melindungi pesan, tetapi perlindungan itu tidak mencegah orang lain memakai akun melalui sesi yang sudah tertaut atau perangkat yang terinfeksi. Karena itu, pemeriksaan berkala terhadap Perangkat Tertaut dan kerahasiaan kode verifikasi tetap diperlukan. Jika menemukan sesi asing, keluarkan perangkat tersebut, masuk kembali ke akun bila diperlukan, lalu aktifkan verifikasi dua langkah.

Beritakita