Berita Untuk Kita dan Semua Hari Ini

Dunia

Kamera Tersembunyi di HMAS Leeuwin Diselidiki

Penemuan kamera tersembunyi di kapal Angkatan Laut Kerajaan Australia, HMAS Leeuwin, memicu penyelidikan sekaligus kekhawatiran soal privasi awak perempuan. Perangkat perekam video itu ditemukan pada Minggu (11/10) saat kapal berada di Cairns, Queensland. Angkatan Pertahanan Australia (ADF) telah mengonfirmasi penemuan tersebut, tetapi belum mengungkap lokasi persisnya.

Kasus ini menjadi sorotan setelah Senator independen Australia Jacqui Lambie menyampaikan informasi yang diterimanya dari sejumlah personel militer. Dalam sidang Senat pada Rabu (14/10), Lambie mengatakan kamera itu ditemukan di fasilitas kamar mandi pelaut perempuan. Keterangan tersebut belum dikonfirmasi secara terpisah oleh Kementerian Pertahanan Australia.

Kekhawatiran lain muncul dari dugaan bahwa rekaman yang dihasilkan perangkat itu mungkin telah beredar di internet sebelum kamera ditemukan. Namun, sejauh ini belum ada keterangan resmi yang memastikan apakah rekaman benar-benar dibuat atau disebarkan.

Informasi kamera berasal dari laporan personel

Lambie, yang juga dikenal sebagai mantan veteran dan advokat di bidang pertahanan, mengatakan penemuan itu berdampak langsung pada kegiatan kapal. Menurut informasi yang ia terima, HMAS Leeuwin tidak berlayar selama penyelidikan berlangsung.

“Saya juga diberitahu bahwa ini telah terjadi baru-baru ini dan mencegah kapal berlayar sementara penyelidikan sedang berlangsung,” kata Lambie dalam sidang Senat.

Ia menyebut dugaan perekaman diam-diam perlu ditangani serius, terutama karena menyangkut momen pribadi para awak. Lambie mempertanyakan berapa banyak pelaut perempuan yang mungkin terekam tanpa sepengetahuan mereka dan apakah materi tersebut telah tersimpan atau diunggah secara daring.

“Yang lebih mengkhawatirkan adalah klaim bahwa rekaman dari kamera-kamera ini mungkin telah diunggah secara online sebelum kamera-kamera tersebut ditemukan,” ujarnya. Ia menegaskan pertanyaan mengenai kemungkinan korban dan penyebaran rekaman harus dijawab oleh pihak Angkatan Laut Australia.

Kapal tetap di dermaga selama penyelidikan

Kementerian Pertahanan Australia mengonfirmasi telah mengetahui adanya alat perekam video yang ditemukan di HMAS Leeuwin. Dalam pernyataannya, kementerian menyatakan insiden itu ditanggapi dengan serius dan menegaskan tidak menoleransi perilaku yang tidak dapat diterima dalam bentuk apa pun.

Departemen tersebut belum memastikan apakah perangkat ditemukan di kamar mandi khusus perempuan, seperti yang disampaikan Lambie. Batas informasi itu penting karena penyelidikan masih berlangsung dan pihak berwenang belum memaparkan temuan lebih lanjut mengenai perangkat maupun dugaan penggunaannya.

HMAS Leeuwin masih berada di dermaga untuk mendukung proses penyelidikan. Menurut Kementerian Pertahanan, keberadaan kapal di sana juga memungkinkan pihak berwenang memberikan dukungan langsung kepada para awak yang terdampak.

“Kesejahteraan individu tetap menjadi prioritas Pertahanan, dan dukungan terus diberikan,” demikian pernyataan kementerian.

Polisi militer menangani kasus

Kasus tersebut telah dirujuk kepada Unit Polisi Militer Gabungan untuk diselidiki lebih lanjut. Kementerian Pertahanan menyatakan belum dapat memberikan komentar tambahan karena proses pemeriksaan masih berjalan dan privasi individu yang bersangkutan perlu dilindungi.

Sejumlah hal masih menunggu kejelasan, termasuk lokasi pasti kamera, apakah ada orang yang terekam, serta apakah materi rekaman pernah disebarkan. Sampai ada hasil penyelidikan, dugaan mengenai perekaman dan peredaran video tetap harus diperlakukan sebagai klaim yang belum terkonfirmasi.

Penanganan perkara ini akan menjadi perhatian bagi awak kapal maupun institusi pertahanan Australia. Hasil penyelidikan diharapkan dapat menjawab pertanyaan yang muncul sekaligus menjelaskan langkah perlindungan dan dukungan bagi personel yang mungkin terdampak.

Beritakita