Berita Untuk Kita dan Semua Hari Ini

Dunia

Karhutla Indonesia Memburuk, PSI Singapura Tembus 152

Kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Indonesia membuat kualitas udara Singapura kembali masuk kategori tidak sehat pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Indeks Standar Pencemar (PSI) 24 jam tercatat berada di rentang 111 hingga 152, dengan kondisi terburuk di wilayah barat.

Badan Lingkungan Nasional Singapura (NEA) menyebut penurunan kualitas udara mulai terasa sejak Jumat. Pada Sabtu pagi, PSI di seluruh wilayah negara itu sudah berada dalam kategori tidak sehat. Menjelang pukul 15.00 waktu setempat, angka indeks masih menunjukkan polusi yang mengkhawatirkan.

Asap dari kebakaran di Indonesia terbawa angin melintasi perbatasan. NEA mencatat angin dari selatan-tenggara dan selatan-barat daya mendorong asap pekat menuju Singapura. Kondisi ini terjadi bersamaan dengan meluasnya titik panas di selatan Kalimantan serta wilayah selatan dan tengah Sumatra.

Angin membawa asap dari titik kebakaran

Polusi tidak hanya menjadi persoalan di Singapura. Stasiun pemantau kualitas udara di Sumatra dan Kalimantan juga melaporkan tingkat pencemaran pada kategori tidak sehat hingga berbahaya. Pergerakan angin membuat dampak kebakaran di kedua pulau itu terasa sampai ke negara tetangga.

NEA memperkirakan hujan akan turun di Singapura pada akhir pekan. Namun, perbaikan kualitas udara diperkirakan baru terasa cukup berarti pada Minggu, ketika arah angin bergeser dari barat atau barat daya. Perubahan angin tersebut diharapkan mengurangi kiriman asap yang saat ini menyelimuti sejumlah wilayah.

Perkembangan terbaru itu kembali menegaskan bahwa kebakaran lahan dapat memicu dampak lintas batas. Dalam laporan terpisah pada 19 Oktober, NEA menyebut episode udara tidak sehat telah berlangsung sejak 5 Oktober dan menjadi yang terpanjang sejak krisis kabut asap 2015. Meski begitu, kondisi udara dapat berubah mengikuti arah angin dan perkembangan kebakaran.

Singapura telusuri perusahaan yang terkait karhutla

Di tengah memburuknya udara, otoritas Singapura mengambil langkah untuk menelusuri perusahaan yang diduga berkaitan dengan kebakaran. Untuk pertama kalinya sejak Undang-Undang Polusi Asap Lintas Batas disahkan, NEA mengirim surat teguran resmi kepada 10 perusahaan berbasis di Singapura yang bergerak di sektor kehutanan dan kelapa sawit.

Surat serupa juga disampaikan kepada 10 perusahaan asal Indonesia pada pekan yang sama. Pemerintah Singapura meminta informasi mengenai konsesi lahan di Indonesia, rantai pasok, serta tindakan yang dilakukan perusahaan untuk mencegah kebakaran.

Permintaan keterangan tersebut merupakan bagian dari upaya mencari fakta. Dugaan keterkaitan perusahaan dengan kebakaran masih perlu diperiksa lebih lanjut, dan surat teguran itu tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa perusahaan tertentu menjadi penyebab kebakaran.

Kementerian Hukum Singapura juga menyiapkan panel khusus yang melibatkan firma hukum, auditor, dan penyelidik. Panel itu dirancang untuk menelusuri struktur perusahaan yang dicurigai membiarkan atau terlibat dalam pembakaran lahan. Langkah tersebut menunjukkan bahwa penyelidikan tidak hanya menyasar lokasi kebakaran, tetapi juga hubungan usaha dan tanggung jawab perusahaan.

Warga diminta mengurangi aktivitas di luar

Sambil menunggu udara membaik, warga Singapura diminta memantau pembaruan konsentrasi PM2.5. Partikel halus ini menjadi salah satu komponen penting dalam kabut asap dan dapat berdampak pada kesehatan, terutama bagi kelompok rentan.

Lansia, anak-anak, ibu hamil, serta orang yang memiliki penyakit paru-paru atau jantung diminta menghentikan aktivitas fisik berat di luar ruangan selama kabut asap masih menyelimuti negara tersebut. Imbauan itu berlaku di tengah kondisi udara yang belum stabil dan dapat berubah mengikuti pergerakan angin.

Perbaikan yang diperkirakan terjadi pada Minggu masih bergantung pada perubahan cuaca dan arah angin. Sementara itu, pemantauan kualitas udara serta penelusuran sumber kebakaran akan menjadi bagian penting dalam melihat perkembangan situasi, baik bagi warga Singapura maupun masyarakat di wilayah Indonesia yang terdampak.

Beritakita