Berita Untuk Kita dan Semua Hari Ini

Olahraga

Zidane Siapkan Cara Baru Dekati Pemain Prancis

Zinedine Zidane berencana mengubah cara tim nasional Prancis memantau para pemainnya. Menurut laporan surat kabar L’Équipe yang dikutip Goal.com, pelatih Les Bleus itu sebisa mungkin akan bepergian sendiri untuk menemui pemain, berbeda dari kebiasaan Didier Deschamps yang mengutus para asistennya ke luar Prancis.

Rencana tersebut muncul setelah Prancis menjalani empat pertandingan dengan hasil yang mengesankan di UEFA Nations League. Mereka membukukan tiga kemenangan dan satu hasil imbang, mengumpulkan 10 poin, sekaligus memimpin Grup Satu. Meski demikian, posisi teratas belum memastikan kelolosan ke perempat final.

Zidane ingin menjalin kontak langsung dengan pemain

L’Équipe menyebut Zidane ingin memanfaatkan jeda waktu sebelum agenda internasional berikutnya untuk bekerja dengan pendekatan berbeda. Ia berencana melakukan perjalanan sendiri sebisa mungkin agar dapat berhubungan langsung dengan para pemainnya.

Perbedaan itu terletak pada siapa yang melakukan pemantauan. Pada masa Deschamps, Guy Stéphan dan Franck Raviot, dua asistennya, ditugaskan mengamati para pemain profesional yang berkarier di luar Prancis. Zidane, menurut laporan tersebut, ingin mengambil peran itu secara langsung.

Belum ada rincian dalam laporan mengenai pemain mana yang akan ditemui atau negara tujuan perjalanan Zidane. Yang disampaikan adalah niat untuk lebih sering hadir sendiri dalam pemantauan, bukan sekadar mengandalkan anggota staf. Karena itu, rencana tersebut lebih tepat dipahami sebagai perubahan pendekatan kerja, bukan perubahan komposisi tim yang sudah diumumkan.

Kontak langsung dapat memberi ruang bagi pelatih untuk berbicara dengan pemain secara personal. Namun, laporan itu tidak menjelaskan bentuk pertemuan, frekuensi perjalanan, maupun bagaimana rencana tersebut akan diterapkan. Zidane hanya disebut ingin menjalankannya sebisa mungkin selama waktu yang tersedia.

Prancis memimpin Grup Satu Nations League

Di lapangan, langkah awal Zidane bersama timnas Prancis berjalan positif. Empat pertandingan menghasilkan 10 poin dari tiga kemenangan dan satu seri. Prancis unggul tiga poin atas Italia yang berada di posisi kedua, sementara Belgia menempati urutan ketiga dengan selisih empat poin dari pemuncak klasemen.

Keunggulan itu membuat Prancis berada dalam posisi yang baik, tetapi belum cukup untuk memastikan tiket ke perempat final. Dengan demikian, capaian selama jeda internasional menjadi modal, bukan akhir dari persaingan di grup. Tim masih harus melanjutkan perjuangan pada agenda berikutnya.

Zidane sebelumnya telah menunjukkan kegembiraannya atas langkah-langkah awal dalam memimpin tim nasional. Kini, ia memiliki waktu satu bulan penuh untuk mempersiapkan diri menghadapi jeda internasional selanjutnya. Laporan Goal menyebut masa tersebut akan digunakan untuk bekerja dengan cara yang berbeda dari pendahulunya.

Perubahan pendekatan di bawah kepemimpinan Zidane

Keinginan untuk mendatangi pemain sendiri menandai kontras dengan kebiasaan yang dijalankan Deschamps. Namun, informasi yang tersedia tidak menyebut bahwa cara lama itu akan sepenuhnya ditinggalkan, atau bahwa seluruh pemantauan pemain akan dilakukan Zidane seorang diri. Penekanan laporan hanya pada rencana sang pelatih untuk bepergian sendiri sebisa mungkin.

Pendekatan ini juga belum dapat dinilai dari hasilnya. Belum ada keterangan tentang dampaknya terhadap pemilihan pemain atau persiapan pertandingan. Untuk saat ini, hal yang sudah terlihat adalah performa Prancis di awal kepemimpinan Zidane dan niatnya membangun kontak langsung dengan skuad.

Perkembangan berikutnya akan memperlihatkan sejauh mana rencana itu diterapkan ketika jeda internasional mendatang tiba. Sementara itu, Prancis tetap perlu menjaga posisi di Grup Satu agar peluang melangkah ke perempat final UEFA Nations League dapat dipastikan.

Beritakita