Berita Untuk Kita dan Semua Hari Ini

Olahraga

Loftus-Cheek Fokus di Milan, Amorim Dorong Mimpi Inggris

Ruben Loftus-Cheek menegaskan fokusnya saat ini adalah membantu AC Milan, tetapi pelatih Ruben Amorim justru mendorongnya untuk percaya diri mengejar peluang kembali ke tim nasional Inggris. Perbedaan sudut pandang itu muncul dalam konferensi pers menjelang laga Liga Europa Milan kontra AFC Bournemouth.

Loftus-Cheek mengatakan ia tidak terlalu memikirkan panggilan dari Three Lions. Milan sedang menghadapi jadwal padat dan tekanan untuk terus meraih kemenangan, sehingga perhatian utamanya tertuju pada performa bersama klub.

Menurut gelandang berusia produktif itu, penampilan konsisten di level klub semestinya membuka peluang membela negara. Amorim menyela dengan pandangan berbeda: ia menilai kemampuan Loftus-Cheek bukan masalah, melainkan keyakinan sang pemain terhadap dirinya sendiri.

Amorim menilai Loftus-Cheek mampu bersaing di level internasional

Amorim secara terbuka menyatakan bahwa Loftus-Cheek memiliki kapasitas untuk bermain bagi tim nasional mana pun. Namun, menurut pelatih asal Portugal itu, sang gelandang masih dibatasi keraguan terhadap kemampuannya sendiri.

“Masalah utamanya, dia sendiri yang tidak percaya kalau dia mampu bermain untuk tim nasionalnya,” ujar Amorim, seperti dikutip Football Italia.

Amorim menegaskan bakat dan kondisi fisik Loftus-Cheek tidak menjadi kendala. Ia optimistis gelandang tersebut bisa bersaing di level internasional apabila mampu menyingkirkan batasan mental yang menghambatnya.

Dukungan itu memberi warna berbeda pada pernyataan Loftus-Cheek. Sang pemain memilih menjaga fokus pada Milan, sementara pelatihnya melihat peluang lebih luas yang masih bisa dikejar. Keduanya tidak berbeda soal pentingnya tampil baik di klub, tetapi menempatkan perhatian pada hal yang berlainan: Loftus-Cheek pada kebutuhan tim saat ini, Amorim pada potensi karier internasionalnya.

Bagi Loftus-Cheek, panggilan timnas bukan sesuatu yang perlu dikejar dengan mengalihkan konsentrasi dari klub. Ia beranggapan performa yang konsisten bersama Milan akan menjadi dasar bagi peluang tersebut. Amorim, di sisi lain, ingin sang pemain lebih yakin bahwa kemampuan itu memang dimilikinya.

Pengalaman di Serie A membentuk perjalanan Loftus-Cheek

Loftus-Cheek juga berbicara tentang perubahan yang ia alami sejak berkarier di Italia. Tiga tahun di Serie A, menurutnya, telah membantu membentuk dirinya, baik sebagai pemain maupun sebagai pribadi.

Perpindahan dari Inggris ke Italia menuntutnya beradaptasi dengan gaya permainan berbeda, mempelajari bahasa baru, serta menghadapi kultur yang tidak sama dengan yang ia kenal sebelumnya. Ia mengaku menikmati proses tersebut, meski harus menjalani penyesuaian dalam banyak aspek.

“Saya menikmati proses berkembang sebagai manusia dan pemain di sini. Liganya berbeda dan Anda harus beradaptasi, tapi saya sangat menikmatinya,” kata Loftus-Cheek.

Suasana konferensi pers sempat mencair ketika ia berseloroh soal dianggap sebagai pemain senior di ruang ganti Milan. Amorim menimpali dengan candaan singkat tentang makanan di Italia yang, menurutnya, merupakan yang terbaik.

Di balik gurauan itu, pengalaman beradaptasi menjadi bagian penting dari cerita Loftus-Cheek di Milan. Ia tidak hanya menghadapi tuntutan berbeda di lapangan, tetapi juga membangun kehidupan di lingkungan baru. Pengakuannya menunjukkan bahwa proses tersebut ia pandang sebagai perkembangan, bukan sekadar perubahan klub atau liga.

Fokus Milan menjelang tantangan di markas Bournemouth

Loftus-Cheek menyatakan siap memikul tanggung jawab ketika Milan bertandang ke markas Bournemouth. Pertandingan Liga Europa itu diperkirakan berlangsung dalam tekanan suporter tuan rumah, sementara Milan juga tengah berusaha menjaga hasil di tengah jadwal yang padat.

Dalam situasi tersebut, pilihan Loftus-Cheek untuk memusatkan perhatian pada klub menjadi hal yang ia anggap paling penting. Ia ingin membantu Rossoneri melewati rangkaian pertandingan dan menjaga konsistensi, dengan keyakinan bahwa performa baik dapat membuka jalan menuju timnas.

Dukungan Amorim menambah dorongan agar Loftus-Cheek tidak memandang peluang Inggris sebagai sesuatu yang berada di luar jangkauannya. Sang pelatih percaya kemampuan teknis dan fisik gelandang itu cukup untuk bersaing, tetapi keyakinan diri tetap menjadi pekerjaan rumah.

Untuk saat ini, perhatian Loftus-Cheek tetap tertuju pada Milan dan tantangan di depan mata. Jika ia mampu menunjukkan konsistensi seperti yang diharapkannya, pintu tim nasional mungkin terbuka; seperti ditekankan Amorim, langkah awalnya adalah percaya bahwa ia memang mampu berada di sana.

Beritakita