Berita Untuk Kita dan Semua Hari Ini

Olahraga

Ducati Pasang Syarat untuk Marquez di MotoGP 2026

Davide Tardozzi menilai peluang Marc Marquez dalam perebutan gelar MotoGP 2026 masih terbuka setelah Grand Prix Indonesia di Mandalika. Manajer tim Ducati Lenovo itu menyebut Marquez hanya tertinggal dua poin dari pemimpin klasemen Jorge Martin, dengan 185 poin masih bisa diperebutkan hingga akhir musim.

Namun, selisih tipis tersebut bukan satu-satunya hal yang menentukan nasib Ducati. Tardozzi mengakui Aprilia tampil lebih kuat daripada perkiraan timnya. Karena itu, ia menyebut kemampuan Ducati bertahan menghadapi rival tersebut, terutama di seri Australia, sebagai salah satu tolok ukur penting dalam persaingan gelar.

Selisih dua poin menjaga peluang Marc Marquez

Usai seri Mandalika, hanya delapan pembalap yang secara matematis masih berpeluang menjadi juara dunia. Marquez termasuk di dalamnya. Dengan 185 poin tersisa, jarak dua poin dari Martin belum cukup untuk menutup peluang pembalap Ducati itu.

“Masih ada 185 poin yang tersisa dan Marc Marquez hanya tertinggal dua poin,” ujar Tardozzi. Ia memandang posisi tersebut sebagai alasan bagi Ducati untuk tetap optimistis, meski persaingan dipastikan menuntut hasil konsisten pada balapan-balapan berikutnya.

Hasil di Indonesia membuat situasi klasemen tetap ketat. Marquez sempat meraih kemenangan pada Sprint setelah memanfaatkan insiden di Tikungan 1 dan masalah tekanan ban yang dialami Martin ketika memimpin. Kemenangan itu membawanya ke puncak klasemen untuk pertama kalinya pada musim ini.

Namun, balapan utama berjalan berbeda. Aprilia menguasai empat posisi teratas, sementara Marquez finis keenam. Martin mengakhiri lomba di urutan ketiga, di belakang Marco Bezzecchi dan Raul Fernandez. Jarak Marquez dari Martin pun tetap dua poin.

Aprilia menjadi tantangan yang diakui Ducati

Tardozzi menilai Ducati memiliki hasil yang cukup baik karena datang ke Mandalika dengan tertinggal dua poin dan pulang dengan selisih yang sama. Meski begitu, capaian tersebut tak menghapus persoalan utama: performa Aprilia yang terbukti lebih unggul, khususnya di Indonesia.

“Jika melihat hasil murni, bagi kami ini adalah sebuah kesuksesan. Masalah sebenarnya masih ada, yaitu Aprilia telah membuktikan diri lebih unggul, meskipun kami memperkirakan keunggulan mereka tidak akan sebesar itu,” kata Tardozzi.

Pengakuan itu menunjukkan bahwa posisi Marquez di klasemen tidak serta-merta menggambarkan kekuatan motor Ducati dibandingkan pesaingnya. Ducati masih berada dalam perebutan gelar, tetapi perlu mencari cara untuk mengimbangi Aprilia di lintasan.

Tardozzi juga berpandangan bahwa Aprilia pada akhirnya mungkin menerapkan team order untuk membantu Jorge Martin. Ia menyebut langkah tersebut sebagai keputusan yang masuk akal dalam persaingan menuju gelar juara dunia, dan mengatakan Ducati pun bisa melakukan hal serupa.

“Saya tidak ragu bahwa cepat atau lambat Aprilia akan menerapkan team order. Menurut saya, itu merupakan keputusan yang tepat dan logis. Saya juga akan melakukan hal yang sama,” ujar Tardozzi kepada Sky Italia.

Phillip Island jadi ujian berikutnya bagi Ducati

Seri Australia di Phillip Island menjadi salah satu balapan yang dinanti Ducati untuk mengukur daya saingnya. Tardozzi menyoroti karakter lintasan yang memiliki tikungan cepat dan panjang. Menurutnya, kondisi itu berpotensi menguntungkan Aprilia ketika motor berada pada sudut kemiringan maksimum.

Karakter sirkuit yang berbeda-beda membuat Ducati belum bisa menyimpulkan bahwa persoalan performa mereka telah teratasi. Phillip Island, kata Tardozzi, dapat memberi gambaran lebih jelas tentang kekuatan masing-masing pabrikan. Hasil di sana juga akan menjadi petunjuk mengenai kemampuan Ducati menghadapi keunggulan Aprilia.

“Jika kami mampu bertahan di sana, saya pikir kejuaraan ini masih bisa kami kelola. Masih ada 185 poin yang tersisa dan kami hanya tertinggal dua poin,” ujarnya.

Pernyataan itu bukan jaminan Marquez akan menjadi juara, melainkan gambaran bahwa Ducati masih melihat ruang untuk bertarung. Selisih dua poin menjaga peluangnya, tetapi tim juga harus mampu merespons performa Aprilia dan menjaga konsistensi sepanjang sisa musim.

Perjalanan menuju gelar akan ditentukan oleh hasil di setiap seri, bukan hanya posisi sementara. Phillip Island menjadi kesempatan berikutnya bagi Ducati untuk menguji apakah mereka dapat menahan tekanan Aprilia—dan bagi Marquez, menjaga jarak dari Martin dalam perebutan yang masih terbuka.

Beritakita