Air Terjun Iguazu di perbatasan Argentina dan Brasil ditutup sementara setelah debit Sungai Iguazu melonjak lebih dari enam kali lipat dari kondisi normal. Pengelola Taman Nasional Iguazu membatasi akses wisata pada 12 Oktober 2026 untuk mengurangi risiko bagi pengunjung di tengah hujan deras dan cuaca ekstrem yang dikaitkan dengan fenomena El Nino.
Debit sungai tercatat melampaui 12.000 meter kubik per detik. Angka itu jauh di atas debit normal yang berkisar antara 1.500 hingga 1.800 meter kubik per detik. Lonjakan tersebut membuat akses ke area publik dan pergerakan wisatawan perlu dikendalikan.
Dalam pernyataannya, pengelola taman nasional mengatakan pembatasan sementara diberlakukan pada pergerakan orang serta akses ke kawasan yang digunakan untuk kegiatan publik. Langkah itu diambil ketika hujan masih berlangsung dan volume air yang dilepaskan dari bendungan di hulu Sungai Iguazu belum menurun.
Debit Sungai Iguazu Melampaui Kondisi Normal
Direktur Taman Nasional Iguazu, Jose Maria Hervas, menyebut penutupan tersebut sebagai tindakan pencegahan. Keputusan itu didasarkan pada kondisi sungai dan cuaca, bukan semata-mata untuk menghentikan kegiatan wisata. Arus yang membesar di sekitar air terjun dapat menimbulkan situasi berbahaya, sehingga pengelola membatasi akses sampai keadaan dinilai aman.
Informasi yang dikutip dari The Independent menyebut pembatasan diberlakukan ketika debit sungai mencapai lebih dari 12.000 meter kubik per detik. Besarnya angka itu terlihat jelas jika dibandingkan dengan debit normal, yang hanya sekitar 1.500 hingga 1.800 meter kubik per detik. Dengan kata lain, aliran saat itu lebih dari enam kali lipat keadaan biasa.
Hujan yang belum berhenti turut menjadi pertimbangan. Selain curah hujan di kawasan tersebut, aliran air yang dilepaskan dari bendungan di hulu masih menambah volume Sungai Iguazu. Selama kondisi itu belum berubah, pengelola perlu menilai kembali keamanan jalur dan area yang biasa digunakan wisatawan.
Menurut laporan The Guardian, akses wisata diperkirakan dapat dibuka kembali pada Selasa setelah debit berangsur turun. Namun, perkiraan tersebut bukan kepastian. Pembukaan kembali tetap bergantung pada kondisi di lapangan dan keputusan pengelola taman nasional.
El Nino dan Cuaca Ekstrem di Amerika Selatan
Pengelola taman nasional sebelumnya memperingatkan bahwa El Nino meningkatkan risiko hujan lebat dan cuaca yang berubah-ubah di sejumlah wilayah Amerika Selatan bagian selatan. Layanan Meteorologi Nasional Argentina juga mengingatkan adanya peluang hujan di atas normal, badai, hujan es, angin kencang, serta hujan deras yang turun dalam waktu singkat.
Meski demikian, pengelola menegaskan fenomena El Nino tidak otomatis berarti Air Terjun Iguazu akan terus mengalami banjir atau ditutup sepanjang 2026-2027. Dampaknya terhadap kawasan wisata bergantung pada kondisi cuaca dan aliran air yang terjadi. Karena itu, situasi perlu dipantau dari waktu ke waktu, bukan disimpulkan hanya dari keberadaan fenomena iklim tersebut.
Penutupan karena banjir bukan kejadian pertama di sisi Argentina. Taman nasional itu juga pernah ditutup pada 2023 dan 2024 akibat banjir yang berkaitan dengan El Nino. Pengalaman tersebut membuat pemantauan debit dan keselamatan pengunjung menjadi bagian penting dalam pengelolaan kawasan ketika cuaca memburuk.
Wisatawan Diminta Memeriksa Informasi Terbaru
Di sisi Argentina, jalur wisata Devil’s Throat Circuit telah ditutup sementara sejak 3 Agustus 2026. Sementara itu, bagian lain dari taman nasional masih dibuka bagi wisatawan. Kondisi ini menunjukkan bahwa pembatasan dapat berlaku pada area tertentu, sementara akses ke bagian lain mengikuti penilaian keselamatan pengelola.
Pengunjung diminta memeriksa informasi resmi sebelum berangkat, menyediakan waktu cadangan dalam perjalanan, serta memperhatikan prakiraan cuaca. Imbauan itu juga penting bagi wisatawan yang berencana mengikuti tur perahu atau melewati jalur terbuka, karena kegiatan tersebut berlangsung dekat dengan kondisi alam yang dapat berubah.
Air Terjun Iguazu merupakan salah satu sistem air terjun terbesar di dunia dan tujuan wisata populer di Amerika Selatan. Bagi wisatawan yang sudah merencanakan perjalanan, status operasional jalur bisa berubah mengikuti debit sungai. Memantau pengumuman taman nasional sebelum memasuki kawasan menjadi langkah paling aman, terutama ketika hujan masih turun dan aliran air belum kembali normal.