Ukraina menuduh Amerika Serikat membantu Rusia setelah Kyiv mengaku tidak menerima peringatan intelijen menjelang gelombang serangan rudal pada 13-14 Oktober 2026. Pemerintah Ukraina juga mempersoalkan pembatasan akses Starlink yang digunakan militernya, termasuk untuk mengoperasikan drone di medan perang.
Presiden Volodymyr Zelensky menyebut ketiadaan peringatan dini dari Washington sebagai tindakan yang “sangat tidak adil”. Dalam wawancara dengan jurnalis Inggris, Piers Morgan, ia juga meminta Elon Musk memulihkan layanan Starlink yang, menurut pihak Kyiv, mengalami penurunan kecepatan.
“Saya harap ini hanya kesalahan, mungkin masalah teknis yang sangat besar. Saya tidak tahu, tetapi kami meminta agar layanan itu diaktifkan kembali,” kata Zelensky, seperti dikutip AFP, Kamis (15/10/2026).
Kyiv soroti informasi intelijen dan peringatan serangan
Seorang pejabat senior Ukraina mengatakan kepada AFP bahwa dalam beberapa hari terakhir Washington mengancam akan menghentikan pemberian informasi intelijen mengenai peluncuran rudal Rusia. Informasi semacam itu biasa digunakan Ukraina untuk menangkal serangan Moskow. Presiden AS Donald Trump membantah telah melakukan ancaman tersebut.
Kyiv menyatakan tidak memperoleh peringatan sebelum rentetan serangan rudal menghantam ibu kota Ukraina selama dua malam berturut-turut. Bahkan, serangan terjadi sebelum sirene peringatan udara sempat berbunyi agar warga mencari perlindungan. Situasi ini disebut tidak biasa selama konflik berlangsung.
Para pejabat Ukraina sebelumnya mempertimbangkan beberapa kemungkinan atas absennya peringatan, antara lain penggunaan rudal yang sulit dideteksi Rusia atau kendala teknis. Namun, seorang pejabat senior kemudian menuding Washington berada di balik persoalan yang lebih luas.
“Jelas sekali bahwa mereka (AS) entah mengapa justru membantu Rusia,” ujar pejabat senior Ukraina itu kepada AFP.
Gelombang serangan terbaru menewaskan sedikitnya 15 orang di berbagai wilayah Ukraina. Serangan juga merusak fasilitas dan peralatan energi hingga menyebabkan pemadaman listrik di sebagian besar wilayah Kyiv. Zelensky menuduh Rusia sengaja melanggar “gencatan senjata energi” yang diumumkan secara sepihak oleh Trump.
Pembatasan Starlink berdampak pada operasi drone
Selain mempermasalahkan intelijen, pejabat pertahanan Ukraina mengisyaratkan bahwa Washington berada di balik penurunan kecepatan akses pada sejumlah terminal internet. Koneksi itu digunakan militer Kyiv untuk menyerang wilayah yang diduduki Rusia dan menjalankan drone pencegat.
Zelensky secara terbuka meminta Musk, miliarder teknologi AS yang memimpin SpaceX, mengaktifkan kembali layanan tersebut. Perusahaan itu mengoperasikan satelit Starlink. Ukraina menyebut layanan Starlink mengalami penurunan kecepatan, sementara dampaknya dikhawatirkan mengganggu kemampuan drone di garis depan.
Mantan Menteri Pertahanan Ukraina Mykhailo Fedorov mengatakan bahwa operasional Starlink pada kecepatan 160 kilometer per jam sedang dipulihkan. Menurut dia, drone tempur dan drone pencegat seharusnya dapat kembali terbang.
Musk menanggapi tudingan itu dengan menyatakan bahwa gangguan apa pun merupakan tanggung jawab pemerintah AS, bukan SpaceX. Ia membedakan Starlink, sistem satelit sipil yang juga digunakan Kyiv tetapi bukan untuk operasi ofensif, dengan Starshield yang diandalkan Ukraina untuk komunikasi medan perang.
“Sistem Starshield dimiliki dan dikendalikan oleh pemerintah AS. Segala pembatasan kecepatan atau penggunaan ditentukan oleh militer AS dan pada akhirnya oleh Presiden AS,” kata Musk, merujuk pada Trump.
Zelensky kritik sikap Trump terhadap Rusia
Ketegangan Kyiv dan Washington juga terlihat dalam tanggapan Zelensky mengenai kesepakatan pasokan diesel antara AS dan Rusia. Rusia masih dikenai sanksi berat. Ketika ditanya apakah merasa dikhianati setelah Trump mengumumkan kesepakatan itu, Zelensky mengatakan keputusan tersebut menyakitkan bagi Ukraina.
“Menyakitkan rasanya ketika Presiden Trump memilih satu pihak, dan itu bukan pihak kami,” ujarnya. Zelensky juga menilai para penasihat Trump keliru karena mendorong sikap yang, menurutnya, tidak berpihak pada sisi yang benar dalam sejarah.
Persoalan intelijen dan akses satelit kini menambah tekanan dalam hubungan Ukraina-AS, sementara serangan Rusia terus menimbulkan korban serta merusak infrastruktur energi. Kyiv meminta kepastian atas dukungan yang dibutuhkan untuk mendeteksi ancaman dan mempertahankan diri. Namun, pernyataan Trump, Musk, dan pejabat Ukraina menunjukkan bahwa penyebab gangguan serta tingkat keterlibatan Washington masih menjadi bahan perselisihan.