Microsoft menawarkan pengunduran diri sukarela kepada sekitar 60.000 karyawan di empat negara. Program ini memberi pegawai pilihan untuk meninggalkan perusahaan dengan dukungan, ketika Microsoft berupaya mengendalikan biaya investasi kecerdasan buatan (AI) yang terus membesar.
Jumlah tersebut setara dengan sekitar 27 persen dari 223.000 karyawan tetap Microsoft di seluruh dunia. Namun, tawaran itu tidak berlaku bagi semua pegawai. Program hanya dibuka untuk karyawan di tim tertentu di Amerika Serikat, Kanada, India, dan Inggris, serta berlangsung dalam periode terbatas.
Microsoft menyampaikan penawaran tersebut pada Senin, 26 Oktober 2026. CNN Indonesia melaporkan program itu mencakup sejumlah unit, antara lain AI Experiences, Copilot, keuangan, sumber daya manusia, Xbox, serta Windows + Devices. Sebagian pekerja di pemasaran, bisnis komersial, dan keamanan tidak termasuk dalam kelompok yang dapat mengikutinya.
Investasi pusat data menekan biaya
Pengeluaran untuk membangun pusat data dan menyediakan komputasi AI menjadi salah satu alasan di balik program tersebut. Microsoft tengah menambah kapasitas untuk memenuhi permintaan layanan AI dan komputasi awan, termasuk dari Anthropic dan OpenAI.
Belanja modal perusahaan pada kuartal yang berakhir September diperkirakan menembus 50 miliar dollar AS. Sebagai pembanding, belanja modal dan sewa pembiayaan pada kuartal yang sama tahun sebelumnya tercatat 34,9 miliar dollar AS. Microsoft juga sebelumnya memperkirakan belanja modal sepanjang tahun kalender 2026 mencapai 175 miliar dollar AS, menurut CNN Indonesia.
Besarnya pengeluaran itu berjalan beriringan dengan perubahan cara Microsoft menjual layanan. Perusahaan semakin mendorong skema biaya berdasarkan penggunaan AI oleh pelanggan. Pada saat yang sama, perangkat berbasis AI sudah digunakan oleh pemrogram, tenaga penjualan, dan pekerja rantai pasokan. Microsoft menyebut penerapannya telah menghasilkan dampak nyata, tetapi perusahaan juga perlu menjaga kondisi keuangannya.
Tekanan investasi belum berarti arus kas perusahaan berada di posisi negatif. Pada kuartal kedua, Microsoft mencatat arus kas bebas sebesar 19,64 miliar dollar AS, meski angka itu turun 23 persen dibandingkan periode yang sama setahun sebelumnya. detikINET melaporkan, pada periode tersebut Alphabet dan Amazon justru mencatat arus kas bebas negatif.
Program berbeda dari pemangkasan wajib
Microsoft menyebut program terbaru sebagai pilihan sukarela bagi pegawai yang mempertimbangkan masa depan di luar perusahaan. Karyawan yang memenuhi syarat dapat menentukan apakah akan menerima tawaran itu. Dengan sifat tersebut, program ini berbeda dari pemutusan hubungan kerja yang langsung mengakhiri pekerjaan tanpa pilihan serupa.
Jangkauan jabatan yang bisa mengikuti program mencakup tingkat wakil presiden ke bawah. CNN Indonesia menyebut batasnya berada pada level 70 ke bawah. Rincian itu lebih luas dibandingkan program pensiun sukarela yang dibuka Microsoft pada April, yang hanya mencakup karyawan hingga level direktur senior atau level 67 ke bawah, menurut detikINET.
Program April juga memberi gambaran bahwa penawaran semacam ini diminati sebagian pegawai. Lebih dari 30 persen karyawan yang memenuhi syarat dilaporkan mengambil opsi pensiun sukarela tersebut. Saat itu, sekitar tujuh persen tenaga kerja Microsoft di Amerika Serikat masuk dalam kelompok yang dapat mengikuti program.
Langkah terbaru bukan satu-satunya pengurangan tenaga kerja Microsoft pada tahun ini. Pada Juli, perusahaan mengumumkan pemangkasan sekitar 4.800 pekerjaan. CNN Indonesia mengaitkan kebijakan itu dengan perombakan bisnis gim Xbox dan rencana melepas hingga lima studio gim setelah investasi besar di divisi tersebut.
Keputusan karyawan ditunggu pada akhir tahun
Program baru juga menjangkau jabatan yang lebih tinggi dibandingkan penawaran sebelumnya. Sementara program April berfokus pada level direktur senior dan di bawahnya, tawaran kali ini dapat mencakup hingga wakil presiden. Perbedaan cakupan itu menandai bahwa perusahaan membuka opsi keluar bagi kelompok pegawai yang lebih luas dari sisi jenjang jabatan, meski hanya tim tertentu yang ikut.
Menurut laporan detikINET yang mengutip CNBC, karyawan yang memenuhi syarat untuk program pensiun sukarela sebelumnya diminta menentukan pilihan pada awal Desember, dengan tanggal keluar 31 Desember. Untuk penawaran terbaru, Microsoft menyebut program berlaku dalam waktu terbatas. Perusahaan belum merinci tenggat penerimaan dan jadwal keluar karyawan dalam informasi yang dikutip CNN Indonesia.
Microsoft dijadwalkan menyampaikan hasil keuangan kuartal pertamanya setelah perdagangan saham ditutup pada Rabu, 28 Oktober. Laporan itu akan memberi gambaran terbaru mengenai kemampuan perusahaan membiayai ekspansi AI sekaligus mempertahankan efisiensi, sementara keputusan untuk mengambil tawaran pengunduran diri berada di tangan karyawan yang memenuhi syarat.