Ketua Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Hj Neli Listiani, meminta Dinas Pendidikan (Disdik) rutin mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia menegaskan kesehatan dan keselamatan siswa serta tenaga pendidik perlu menjadi prioritas, terutama saat kualitas udara memburuk.
Permintaan itu disampaikan karena kondisi kabut asap masih berubah-ubah. Situasi tersebut, menurut Neli, perlu menjadi pertimbangan dalam penyelenggaraan kegiatan belajar. Evaluasi berkala dinilai penting agar keputusan terkait pembelajaran tidak hanya bertumpu pada kondisi sebelumnya, tetapi juga memperhatikan perubahan kualitas udara.
Dalam keterangannya, Neli tidak menyebutkan bentuk kebijakan pembelajaran tertentu yang harus diterapkan. Ia menekankan perlunya Disdik menilai pelaksanaannya secara rutin, dengan keselamatan peserta didik dan guru sebagai perhatian utama.
Evaluasi pembelajaran harus mengikuti kondisi udara
Kondisi udara yang berubah menempatkan sekolah dan pemerintah daerah pada kebutuhan untuk terus mencermati keadaan. Evaluasi yang diminta Komisi IV dapat menjadi dasar untuk melihat apakah kegiatan belajar masih sesuai dengan situasi yang dihadapi. Namun, langkah yang diambil tetap perlu mempertimbangkan kondisi terkini, bukan sekadar mengikuti keputusan yang telah dibuat sebelumnya.
Penekanan pada evaluasi rutin juga menunjukkan bahwa persoalan kabut asap tidak cukup ditangani dengan keputusan satu kali. Selama keadaan belum stabil, pelaksanaan pembelajaran perlu terus ditinjau. Dalam hal ini, Disdik memiliki peran untuk menilai keadaan dan menentukan tindak lanjut dengan mengutamakan kesehatan warga sekolah.
Neli secara khusus menyebut peserta didik dan tenaga pendidik sebagai kelompok yang harus diperhatikan. Keduanya menjadi bagian langsung dari kegiatan belajar, sehingga risiko kesehatan ketika kualitas udara memburuk tidak bisa diabaikan dalam pertimbangan pendidikan.
Meski demikian, bahan keterangan yang disampaikan tidak merinci tingkat kualitas udara, wilayah sekolah yang terdampak, maupun bentuk penyesuaian pembelajaran. Karena itu, pernyataan Komisi IV berfokus pada prinsip yang perlu dijadikan pegangan: evaluasi terus-menerus dan perlindungan kesehatan siswa serta guru.
Kesehatan siswa dan guru menjadi prioritas
Permintaan tersebut menempatkan kesehatan sebagai pertimbangan penting dalam menjaga kegiatan pendidikan tetap berjalan. Dalam keadaan kabut asap, keputusan mengenai pembelajaran perlu melihat kemungkinan dampak kualitas udara yang memburuk terhadap orang-orang di lingkungan sekolah. Neli mengingatkan bahwa keselamatan tidak semestinya dikesampingkan demi mempertahankan rutinitas belajar.
Evaluasi yang dilakukan secara berkala juga dapat membantu Disdik menilai apakah keputusan yang berlaku masih relevan dengan kondisi yang berubah. Hal itu bukan berarti ada satu pola pembelajaran yang otomatis cocok untuk semua keadaan. Justru, kebutuhan untuk meninjau ulang muncul karena situasi kabut asap dapat bergerak dinamis.
Di sisi lain, belum ada rincian dalam keterangan Neli mengenai jadwal evaluasi, indikator yang digunakan, atau mekanisme koordinasi dengan sekolah. Informasi tersebut penting untuk menjelaskan bagaimana arahan evaluasi dapat diterjemahkan menjadi langkah operasional, tetapi tidak disampaikan dalam pernyataan yang tersedia.
Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin pada dasarnya meminta Disdik menempatkan perubahan kondisi udara sebagai bagian dari pertimbangan penyelenggaraan pendidikan. Dengan demikian, evaluasi bukan sekadar pemeriksaan administratif, melainkan juga upaya memastikan keputusan pembelajaran tetap memperhatikan keselamatan orang-orang yang terlibat.
Keputusan pendidikan perlu responsif terhadap karhutla
Kabut asap yang berkaitan dengan karhutla membuat pelaksanaan pembelajaran perlu dicermati dari waktu ke waktu. Pesan Neli kepada Disdik menggarisbawahi pentingnya respons yang menyesuaikan keadaan, terutama ketika kualitas udara memburuk dan berisiko mengganggu kesehatan.
Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai langkah yang akan diambil Disdik Banjarmasin setelah permintaan tersebut disampaikan. Karena itu, perhatian berikutnya tertuju pada bagaimana evaluasi rutin dapat dilakukan dan bagaimana hasilnya menjadi dasar keputusan pembelajaran.
Bagi sekolah dan keluarga, kejelasan informasi mengenai perkembangan kondisi serta kebijakan pendidikan akan membantu mereka memahami langkah yang berlaku. Sementara itu, pesan utama Komisi IV tetap tegas: kesehatan siswa dan guru harus menjadi prioritas ketika kabut asap karhutla memengaruhi kualitas udara.