Haji Isam dikabarkan menuntaskan akuisisi 30,25 persen saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dengan harga Rp 2.588 per saham. Transaksi bernilai sekitar Rp 26,1 triliun itu tercatat di pasar negosiasi pada Rabu, 7 Oktober 2026, dengan volume 10,08 miliar saham.
Data Stockbit yang dikutip KONTAN menunjukkan transaksi jumbo tersebut berlangsung dalam tiga kali pencatatan. Harga rata-rata dari ketiganya berada di level Rp 2.588 per saham. Nilai dan volume itu menjadi sorotan karena menunjukkan perpindahan saham BYAN dalam jumlah besar.
Rincian transaksi saham BYAN
Volume 10,08 miliar saham itu setara dengan 100,8 juta lot, menurut data yang diberitakan KONTAN. Dengan harga rata-rata Rp 2.588 per saham, nilai transaksi mencapai sekitar Rp 26,1 triliun. Angka tersebut sejalan dengan nilai yang tercatat di pasar negosiasi.
Penghitungan sederhana dari harga dan jumlah saham menghasilkan nilai sekitar Rp 26,09 triliun. Selisih kecil dari angka Rp 26,1 triliun yang diberitakan dapat muncul karena pembulatan. Sumber yang tersedia tidak merinci harga masing-masing dari tiga transaksi tersebut, sehingga angka Rp 2.588 merujuk pada harga rata-ratanya.
Informasi transaksi ini dikaitkan dengan akuisisi 30,25 persen saham BYAN oleh Haji Isam. Namun, rincian yang tersedia dari laporan KONTAN terutama memuat waktu pencatatan, nilai, volume, dan harga rata-rata transaksi. Data itu sendiri tidak menjelaskan identitas seluruh pihak yang terlibat dalam setiap pencatatan.
Nilai transaksi besar, detail kepemilikan belum lengkap
Pasar negosiasi merupakan tempat berlangsungnya transaksi saham berdasarkan kesepakatan para pihak. Dalam kasus BYAN, tiga transaksi yang tercatat pada hari yang sama memiliki total volume miliaran saham. Meski demikian, informasi yang dirangkum dalam sumber belum memuat dokumen transaksi atau keterangan perusahaan yang dapat menjelaskan secara lengkap proses perpindahan kepemilikan tersebut.
Karena itu, angka transaksi dan kabar akuisisi perlu dibaca sebagai dua informasi yang berkaitan, tetapi memiliki tingkat perincian berbeda. Nilai Rp 26,1 triliun, volume 10,08 miliar saham, serta harga rata-rata Rp 2.588 merupakan data yang dilaporkan dari pencatatan pasar. Sementara itu, bahan yang tersedia belum menyertakan penjelasan lebih jauh mengenai struktur transaksi maupun pihak penjual.
Ringkasan pemberitaan yang beredar juga mengaitkan kebutuhan dana akuisisi dengan kabar penggadaian saham JARR dan PGUN. Namun, rincian nilai, jumlah saham yang dijaminkan, serta pihak penerima gadai tidak tercantum dalam data transaksi BYAN yang menjadi rujukan utama. Informasi tersebut karena itu belum cukup untuk menjelaskan sumber pendanaan secara menyeluruh.
Perbedaan antara angka transaksi di bursa dan rincian perubahan kepemilikan menjadi hal yang patut dicermati setelah transaksi bernilai besar seperti ini. Investor dapat mengikuti keterbukaan informasi dan pengumuman resmi perusahaan untuk memperoleh kepastian mengenai komposisi pemegang saham, penyelesaian akuisisi, serta dampaknya terhadap BYAN.
Untuk saat ini, data yang tersedia memberi gambaran mengenai skala transaksi: 10,08 miliar saham berpindah dalam tiga pencatatan dengan harga rata-rata Rp 2.588 per saham. Kepastian lebih lengkap mengenai pihak-pihak dan proses akuisisi akan bergantung pada informasi lanjutan yang dipublikasikan.