Berita Untuk Kita dan Semua Hari Ini

Kesehatan

GERMAS Kecamatan Tangerang Fokus Cegah Influenza dan TBC

Pemerintah Kecamatan Tangerang bersama Politeknik Kesehatan Banten menggelar edukasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) untuk mencegah influenza dan tuberkulosis (TBC), Selasa, 13 Oktober 2026. Kegiatan di GOR Tanah Tinggi itu diikuti puluhan warga dan dilengkapi layanan pemeriksaan kesehatan gratis.

Camat Tangerang Riswan Setyo Kardinto mengatakan, edukasi tersebut ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai penyakit menular. Warga mendapat penjelasan tentang gejala, cara penularan, upaya pencegahan, serta penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Peserta berasal dari berbagai kalangan di wilayah binaan Puskesmas Tanah Tinggi. Menurut Riswan, kegiatan itu bukan hanya mengenalkan risiko penyakit, tetapi juga mendorong warga menjadikan kebiasaan sehat bagian dari aktivitas sehari-hari.

Edukasi GERMAS menyasar warga Tanah Tinggi

Riswan menyebut GERMAS sebagai bentuk komitmen bersama untuk mendorong perubahan gaya hidup yang lebih sehat. Ia mengajak masyarakat tidak berhenti pada pemahaman tentang kesehatan, melainkan ikut membangun kebiasaan sehat secara konsisten.

“Lewat momen ini, kami mengajak masyarakat tidak hanya memahami pentingnya kesehatan, melainkan berpartisipasi aktif membudayakan gaya hidup sehat sehari-hari,” ujar Riswan.

Materi edukasi membahas influenza dan TBC, dua penyakit dengan penyebab dan karakteristik berbeda. Warga memperoleh informasi mengenai tanda-tanda penyakit, jalur penularan, dan langkah pencegahan. Penyelenggara juga menyampaikan PHBS sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan.

Pemerintah Kecamatan Tangerang turut menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat tanpa terkecuali. Namun, informasi kegiatan yang disampaikan pemerintah tidak merinci jenis pemeriksaan maupun hasilnya. Karena itu, layanan tersebut tidak dapat dianggap sebagai laporan temuan kasus baru.

Mengenali perbedaan influenza dan TBC

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwa influenza musiman merupakan infeksi saluran pernapasan akut yang disebabkan virus dan dapat menyebar antarmanusia, antara lain melalui batuk dan bersin. Gejalanya dapat berupa demam yang muncul tiba-tiba, batuk, nyeri tenggorokan, nyeri otot, dan kelelahan.

Kebanyakan orang pulih dalam sekitar satu minggu, tetapi influenza dapat berkembang menjadi penyakit berat, terutama pada kelompok tertentu. Anak kecil, lansia, ibu hamil, orang dengan penyakit kronis, serta mereka yang mengalami gangguan kekebalan termasuk kelompok yang perlu mendapat perhatian.

WHO menempatkan vaksinasi sebagai cara utama untuk mencegah influenza. Kebiasaan mencuci tangan, menutup hidung dan mulut ketika batuk atau bersin, membuang tisu dengan benar, serta tinggal di rumah saat sedang tidak sehat juga menjadi langkah pencegahan yang dianjurkan.

Berbeda dari influenza, TBC disebabkan bakteri dan paling sering menyerang paru-paru. Penularannya dapat terjadi melalui udara ketika seseorang yang mengalami TBC batuk, bersin, atau meludah. WHO membedakan infeksi bakteri TBC dari penyakit TBC yang berkembang: orang dengan infeksi umumnya tidak merasa sakit dan tidak menularkan, meski pada sebagian orang infeksi dapat berkembang menjadi penyakit.

Pencegahan perlu disertai perhatian pada gejala

Gejala TBC dapat mencakup batuk berkepanjangan, nyeri dada, kelemahan, kelelahan, penurunan berat badan, demam, dan keringat malam. Keluhan bisa berlangsung ringan selama berbulan-bulan, sementara gejala juga bergantung pada bagian tubuh yang terkena. TBC dapat menyerang organ di luar paru-paru.

WHO menganjurkan masyarakat mencari layanan medis jika mengalami batuk berkepanjangan, demam, atau penurunan berat badan yang tidak diketahui penyebabnya. Pemeriksaan dini membantu penanganan dan pengendalian penularan. Informasi ini merupakan panduan umum, bukan hasil pemeriksaan terhadap peserta edukasi di Tanah Tinggi.

Kolaborasi kecamatan dan institusi pendidikan kesehatan diharapkan memperluas pemahaman warga tentang pencegahan penyakit serta kebiasaan hidup sehat. Ke depan, konsistensi menerapkan PHBS dan mengenali gejala sejak awal dapat menjadi bagian penting dari upaya menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan.

Beritakita