Berita Untuk Kita dan Semua Hari Ini

Ekonomi

Didimax Paparkan Data Transaksi di Tengah Klaim Rp23 Miliar

PT Didi Max Berjangka (Didimax) mengklarifikasi klaim kerugian nasabah sebesar Rp23 miliar dengan memaparkan catatan transaksi di platform MetaTrader 5 (MT5). Perusahaan menyebut total dana yang ditarik nasabah lebih besar daripada jumlah deposit, tetapi menegaskan catatan tersebut tetap perlu diperiksa untuk memperoleh gambaran utuh.

Klarifikasi itu disampaikan menyusul pemberitaan mengenai dugaan manipulasi sistem perdagangan yang dimuat sebuah media daring pada 23 September 2026. Menurut Didimax, riwayat transaksi akun dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menilai klaim, namun nilai tuntutan dan kerugian aktual yang terbukti perlu dibedakan.

Deposit dan penarikan dana menurut Didimax

Berdasarkan data yang disampaikan perusahaan, nasabah menyetorkan dana sebesar USD230.000. Dengan asumsi kurs Rp14.000 per dolar AS, jumlah tersebut setara sekitar Rp3,22 miliar.

Adapun total penarikan atau withdrawal (WD) tercatat sebesar USD327.800, setara sekitar Rp4,589 miliar. Dengan perbandingan itu, penarikan melampaui deposit sebesar USD97.800 atau sekitar Rp1,369 miliar.

Didimax juga menyebut catatan akun menunjukkan keuntungan trading kumulatif sebesar USD110.507. Sementara itu, komisi transaksi tercatat USD12.690 dan saldo akhir akun sebesar USD17.

Perusahaan menilai angka-angka tersebut dapat memberi konteks mengenai aktivitas perdagangan dan arus dana nasabah. Namun, nilai penarikan yang lebih besar dari deposit tidak dengan sendirinya menjelaskan setiap transaksi atau menutup kemungkinan adanya persoalan pada bagian tertentu dari aktivitas akun.

Klaim Rp23 miliar dan kerugian yang terbukti

Didimax menyatakan angka Rp23 miliar merupakan nilai klaim atau tuntutan nasabah, bukan otomatis besaran kerugian aktual yang telah dibuktikan. Menurut perusahaan, perhitungan tuntutan itu mencakup potensi keuntungan yang disebut tidak berhasil diperoleh nasabah.

Pembedaan tersebut menjadi salah satu pokok klarifikasi. Nilai tuntutan menggambarkan angka yang diajukan pihak nasabah, sedangkan penetapan kerugian aktual memerlukan pemeriksaan atas dasar perhitungan dan bukti yang relevan.

Catatan deposit, penarikan, keuntungan kumulatif, komisi, dan saldo akhir yang dipaparkan Didimax merupakan data versi perusahaan. Agar sengketa dapat dinilai menyeluruh, riwayat transaksi dan realisasi penarikan perlu diverifikasi, termasuk ketika ada keberatan mengenai pelaksanaan transaksi tertentu.

Dengan demikian, perbandingan total deposit dan penarikan memberi gambaran arus dana, tetapi tidak serta-merta menjawab seluruh pertanyaan yang mungkin muncul dalam sengketa. Pemeriksaan atas transaksi yang dipersoalkan tetap penting untuk menjelaskan apa yang terjadi pada akun nasabah.

Didimax jelaskan slippage dalam transaksi

Menanggapi dugaan manipulasi sistem perdagangan, Didimax juga menjelaskan kemungkinan terjadinya slippage. Istilah ini merujuk pada kondisi ketika harga eksekusi berbeda dari harga yang diminta saat transaksi.

Menurut perusahaan, slippage dapat muncul ketika pasar bergerak cepat, termasuk saat pengumuman berita ekonomi penting. Perubahan harga dan likuiditas dalam waktu singkat dapat memengaruhi pelaksanaan transaksi.

Didimax menegaskan bahwa perbedaan harga tersebut tidak otomatis membuktikan adanya manipulasi sistem. Untuk mengetahui penyebabnya, diperlukan pemeriksaan terhadap data transaksi dan mekanisme eksekusi yang benar-benar terjadi.

Penjelasan itu menempatkan catatan teknis sebagai bagian penting dalam menilai dugaan tersebut. Kesimpulan mengenai penyebab selisih harga tidak cukup ditarik hanya dari adanya perbedaan antara harga yang diminta dan harga eksekusi; bukti transaksi perlu diperiksa.

Pengaduan dapat ditempuh melalui Bappebti

Didimax menyatakan menghormati hak nasabah untuk menyampaikan pengaduan kepada Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) maupun melalui lembaga atau jalur penyelesaian sengketa lain sesuai ketentuan yang berlaku. Perusahaan juga menyatakan menghormati kewenangan Bappebti dan lembaga terkait untuk melakukan pemeriksaan.

Proses pengaduan dan verifikasi menjadi penting agar klaim kedua pihak dapat dinilai berdasarkan bukti, bukan hanya rangkuman angka atau perbedaan harga. Dokumen transaksi, arus dana, serta mekanisme pelaksanaan perdagangan dapat membantu memberi konteks yang lebih jelas.

Untuk saat ini, data yang dipaparkan Didimax menunjukkan penarikan lebih besar daripada deposit, sementara klaim Rp23 miliar masih perlu dibedakan dari kerugian yang telah terbukti. Penyelesaian yang transparan dan pemeriksaan atas catatan transaksi akan menentukan bagaimana persoalan tersebut dapat dipahami secara lebih utuh.

Beritakita