Berita Untuk Kita dan Semua Hari Ini

Otomotif

BYD Flash Charging Isi Baterai 9 Menit, Bagaimana Ketahanannya?

Pengisian baterai mobil listrik dari 10 persen hingga 97 persen dalam sembilan menit menjadi klaim utama teknologi Flash Charging BYD. Namun, kecepatan tersebut masih menyisakan pertanyaan yang lebih panjang: seberapa besar pengaruhnya terhadap umur baterai setelah digunakan berulang kali?

Ubaedilah, perwakilan BYD yang membahas teknologi ini, mengakui pengaruh pengisian supercepat terhadap siklus hidup baterai masih diperdebatkan. Dalam diskusi Periklindo Electric Vehicle Conference 2026 di Jakarta pada 28 Oktober, ia mengatakan perusahaan terus mengembangkan baterai agar kemampuan mengisi cepat tidak mengorbankan ketahanannya.

“Pengisian daya cepat tentu menimbulkan pertanyaan soal siklus hidup dan ketahanan baterai. Ini masih menjadi hal yang diperdebatkan dan tidak mudah dijawab,” ujar Ubaedilah, seperti diberitakan detikOto.

Pengisian cepat bergantung pada baterai generasi kedua

Flash Charging bukan sekadar perangkat berdaya tinggi. Sistem ini dirancang untuk bekerja maksimal bersama Blade Battery generasi kedua, yang mulai dipasang pada Danza New D9 dan Danza Z9 GT. Kedua model tersebut telah diperkenalkan di Indonesia.

BYD mengklaim pengisian dari 10 persen ke 70 persen membutuhkan sekitar lima menit. Untuk mencapai 97 persen dari posisi 10 persen, durasinya sekitar sembilan menit pada suhu ruang. Angka itu merupakan klaim perusahaan, bukan jaminan bahwa waktu pengisian akan selalu sama dalam semua kondisi.

Teknologi tersebut juga bisa digunakan untuk mengisi Blade Battery generasi pertama. Namun, menurut BYD, baterai itu tidak dapat mencapai kemampuan maksimum Flash Charging. Artinya, kecepatan yang dipromosikan bukan hanya ditentukan oleh stasiun pengisian, tetapi juga oleh jenis baterai pada kendaraan.

CNN Indonesia melaporkan sistem ini menggunakan pengisian arus searah atau DC dengan daya hingga 1.500 kilowatt melalui satu konektor. Jika dua mobil mengisi bersamaan di satu stasiun, daya maksimum yang tersedia untuk masing-masing turun menjadi 1.000 kilowatt.

Sistem penyimpanan menahan beban daya tinggi

Daya besar itu tidak disalurkan langsung dari jaringan listrik PLN. Listrik lebih dulu disimpan dalam perangkat yang disebut Energy Storage-Charging Integrated System. BYD menjelaskan perangkat tersebut berfungsi sebagai cadangan energi sekaligus penguat daya ketika kendaraan sedang mengisi baterai.

Penggunaan penyimpanan energi ini menjadi bagian penting dari rancangan stasiun. Pasokan dari jaringan dapat dikumpulkan lebih dulu, lalu digunakan saat kendaraan membutuhkan daya besar. Dengan demikian, kemampuan puncak pengisian tidak serta-merta berarti jaringan listrik harus memasok daya sebesar itu secara langsung pada saat yang sama.

Flash Charging diperkenalkan di Indonesia pada Oktober 2026. Saat pemberitaan CNN Indonesia terbit, perangkat tersebut telah dipasang di dealer Danza Bipo Gatot Subroto, Jakarta. BYD merencanakan pemasangan di 10 dealer Danza di Indonesia, dengan penambahan lokasi pada tahun berikutnya.

BYD mengubah rancangan baterai dan menguji keselamatan

Untuk menghadapi tantangan pengisian cepat, BYD menyebut telah merombak sejumlah bagian baterai, termasuk katoda, elektroda, ion, dan sistem baterai. Pada Blade Battery generasi kedua, jalur perpindahan ion lithium diatur melalui teknologi yang disebut FlashPass. Perubahan itu ditujukan untuk mempercepat perpindahan ion serta menekan hambatan internal dan panas.

BYD juga menyatakan kerapatan energi baterai baru meningkat lebih dari 5 persen dibanding generasi pertama. Sementara itu, ketahanannya terhadap degradasi diklaim membaik 2,5 persen. Perusahaan mengatakan pengembangan tersebut ditopang 123.000 anggota tim riset dan pengembangan di seluruh dunia serta lebih dari 71.000 paten yang telah dimiliki.

Ubaedilah mengatakan perubahan komponen tersebut disiapkan agar pengisian cepat tidak mengurangi siklus hidup baterai. Meski begitu, klaim ketahanan tersebut tetap perlu dibaca sebagai hasil dan penjelasan dari BYD. Dampak pemakaian dalam jangka panjang tidak dapat disimpulkan hanya dari waktu pengisian atau hasil uji yang diumumkan perusahaan.

Dalam pengujian yang dijelaskan BYD, baterai menjalani uji pengisian Flash Charging bersamaan dengan penusukan paku. Perusahaan menyatakan tidak terjadi thermal runaway, asap, ataupun kebakaran, termasuk setelah 500 siklus pengisian cepat. Uji korsleting paksa pada empat sel dan benturan pada bagian bawah baterai juga disebut tidak memicu kebakaran atau ledakan.

Rencana perluasan stasiun pengisian akan menjadi tahap berikutnya bagi BYD di Indonesia. Sementara itu, bagi pemilik mobil, manfaat praktis Flash Charging akan bergantung pada ketersediaan lokasi, kecocokan baterai, dan kondisi pengisian yang digunakan.

Beritakita