Brigadir Jenderal TNI Andi Gunawan, Kepala Pusat Pembinaan dan Pengembangan Manajemen Pertahanan di BPSDM Pertahanan Kementerian Pertahanan, meninggal dunia pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Kabar duka tersebut disampaikan Kementerian Pertahanan pada Minggu, sehari setelah ia wafat.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bersama keluarga besar Kemhan menyatakan belasungkawa atas kepergian Andi. Perwira tinggi TNI itu merupakan lulusan Akademi Militer 1995 dan putra Jenderal TNI (Purn) Edi Sudrajat, mantan Menteri Pertahanan dan Keamanan sekaligus tokoh yang pernah berdinas di Kopassus.
Kemhan kenang pengabdian Brigjen Andi Gunawan
Dalam pernyataan yang diunggah melalui akun resmi Kemhan, dedikasi Andi disebut berperan dalam pengembangan kepemimpinan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia pertahanan. Kontribusi tersebut, menurut kementerian, akan menjadi bagian dari pengabdian yang dikenang.
“Dedikasi almarhum dalam mengembangkan kepemimpinan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia pertahanan menjadi bagian dari pengabdian yang akan senantiasa dikenang,” tulis akun @kemhanri.
Kemhan juga menyampaikan doa agar Allah menerima amal ibadah almarhum dan memberi kekuatan serta ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan. Pernyataan itu menjadi penghormatan institusi atas pengabdian Andi di lingkungan pertahanan.
Jabatan yang diemban Andi adalah Kapuspimjemenhan, singkatan dari Kepala Pusat Pembinaan dan Pengembangan Manajemen Pertahanan, pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertahanan Kemhan. Nama jabatan tersebut mencerminkan ruang kerja yang berkaitan dengan pengelolaan dan pengembangan manajemen di bidang pertahanan.
Dalam keterangannya, Kemhan menyoroti dua hal dari pengabdian Andi: pengembangan kepemimpinan dan peningkatan mutu sumber daya manusia pertahanan. Kementerian tidak merinci program atau capaian tertentu dalam pernyataan duka tersebut. Namun, apresiasi yang disampaikan menempatkan kontribusi itu sebagai bagian penting dari perjalanan pengabdiannya.
Alumnus Akmil 1995 dan putra Edi Sudrajat
Andi merupakan abituren Akademi Militer 1995. Informasi tersebut menandai latar belakang pendidikannya sebagai perwira TNI, sementara keterangan Kemhan menegaskan jabatan yang terakhir ia emban di BPSDM Pertahanan.
Ia adalah putra Edi Sudrajat dan Kapten Pnb (Purn) Lulu Lugiyati. Edi Sudrajat merupakan jenderal TNI purnawirawan yang pernah menjabat Menteri Pertahanan dan Keamanan. Ia hidup pada 1938 hingga 2006 dan dikenal memiliki latar belakang di Kopassus.
Nama Edi Sudrajat lekat dengan sejarah kepemimpinan militer Indonesia. Namun, dalam kabar wafat Andi, Kemhan menekankan pengabdian almarhum sendiri, khususnya kiprahnya di bidang pengembangan manajemen dan sumber daya manusia pertahanan.
Informasi yang disampaikan Kemhan berfokus pada kabar wafat, jabatan, latar pendidikan militer, serta doa bagi keluarga. Tidak ada keterangan mengenai penyebab meninggalnya Andi dalam pengumuman tersebut. Karena itu, kabar duka ini menjadi ruang bagi institusi dan publik untuk mengenang kontribusinya tanpa menambahkan hal yang belum disampaikan secara resmi.
Kepergian seorang pejabat di lingkungan pertahanan juga menyisakan perhatian terhadap keberlanjutan tugas yang sebelumnya ia jalankan. Kemhan belum menyampaikan keterangan mengenai pengisi jabatan Kapuspimjemenhan setelah Andi wafat. Perhatian berikutnya tertuju pada langkah institusi menjaga kesinambungan pembinaan kepemimpinan dan pengembangan sumber daya manusia pertahanan, bidang yang disebut sebagai bagian dari pengabdiannya.
Di tengah kabar duka itu, doa dan penghormatan dari Kemhan menjadi pesan utama: pengabdian Andi dikenang melalui kerja yang ia lakukan di bidang pertahanan, sementara keluarga yang ditinggalkan diharapkan mendapat kekuatan menghadapi kehilangan.