PSMS Medan mengalahkan PSIS Semarang dengan skor 2-1 di Stadion Utama Sumatera Utara, Deliserdang, Minggu (25/10/2026). Kemenangan itu mengantar Ayam Kinantan mengumpulkan 14 poin dan menempati peringkat kedua sementara Grup A. Seusai pertandingan, Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menyampaikan dukungan terhadap peluang PSMS sekaligus meminta kondisi rumput stadion dibenahi.
Laga yang dimulai pukul 19.00 WIB tersebut berlangsung saat hujan. PSMS mampu mencetak dua gol pada babak pertama, tetapi PSIS memperkecil selisih setelah jeda. Tim tuan rumah kemudian mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir.
Hasil ini menjaga PSMS dalam persaingan memperebutkan tiket promosi ke kasta tertinggi sepak bola nasional. Namun, perhatian Bobby setelah pertandingan tak hanya tertuju pada posisi tim di klasemen. Ia juga menyoroti kesiapan lapangan untuk agenda berikutnya di stadion yang sama.
Gol Siverio disahkan setelah pemeriksaan VAR
PSMS membuka skor pada menit ke-22. Raihan Utama menuntaskan peluang setelah menerima umpan dari Pramoedya Putra, membawa tuan rumah unggul lebih dulu di tengah kondisi lapangan yang basah.
Sembilan menit kemudian, Javier Siverio menambah keunggulan PSMS menjadi 2-0. Gol itu berawal dari bola muntah setelah tembakan Phillershon. Wasit sempat membatalkan gol karena dugaan offside, sebelum pemeriksaan Video Assistant Referee (VAR) membuat keputusan berubah dan gol dinyatakan sah.
Keputusan tersebut memastikan PSMS menutup babak pertama dengan jarak dua gol. Pada paruh kedua, PSIS berusaha mengejar ketertinggalan dan berhasil mencetak gol melalui Fitra Ridwan. Meski mendapat tekanan sampai penghujung laga, PSMS tidak kehilangan keunggulan.
Pelatih PSMS Eko Purdjianto mengapresiasi perjuangan para pemain dalam menjaga hasil. Menurut laporan Independen News, ia juga menyinggung adanya persoalan kartu merah dalam pertandingan, tetapi tidak dijelaskan lebih jauh dalam laporan tersebut. PSMS tetap mampu mengamankan tiga poin dari laga kandang ini.
Bobby minta pengelola membenahi lapangan
Bobby menyaksikan pertandingan secara langsung. Ia menyatakan optimistis PSMS dapat bersaing menuju liga tertinggi, tetapi memberikan catatan mengenai sejumlah bagian lapangan yang perlu diperbaiki. Salah satu hal yang ia minta ialah penggantian sebagian rumput di Stadion Utama Sumatera Utara.
“Harus optimis (liga satu),” kata Bobby.
Permintaan pembenahan itu disampaikan menjelang pertandingan PSMS melawan Persija dalam ajang League Cup pada pekan berikutnya. Bobby menilai ada titik-titik lapangan yang perlu mendapat perhatian. Kondisi rumput menjadi urusan yang perlu ditangani pengelola sebelum stadion kembali digunakan untuk pertandingan.
Hujan yang turun pada malam laga membuat lapangan basah, sementara pertandingan tetap berlangsung hingga selesai. Catatan Bobby tentang rumput muncul setelah PSMS meraih kemenangan, bukan sebagai evaluasi terhadap hasil pertandingan. Ia mengarahkan perhatian pada kondisi fasilitas yang akan dipakai dalam agenda selanjutnya.
PSMS naik ke posisi kedua Grup A
Tambahan tiga poin membuat koleksi PSMS menjadi 14 poin dan menempatkan tim di urutan kedua klasemen sementara Grup A. PSIS berada di posisi kelima dengan 10 poin. Selisih hasil itu memberi dampak langsung pada posisi kedua tim dalam persaingan grup, meski kompetisi masih berlanjut.
Bagi PSMS, kemenangan atas PSIS juga datang setelah mereka bermain imbang melawan Semen Padang pada 17 Oktober 2026. Hasil di Deliserdang ini menjadi kesempatan bagi tim untuk kembali memperoleh poin penuh. Eko menyampaikan apresiasi atas upaya pemain mempertahankan keunggulan, terutama setelah PSIS mencetak gol balasan.
PSMS selanjutnya dijadwalkan menghadapi Persija di ajang League Cup pekan depan. Sebelum laga itu, perhatian tertuju pada pembenahan rumput yang diminta Bobby. Sementara itu, posisi kedua Grup A dan raihan 14 poin menjadi catatan terbaru PSMS setelah kemenangan 2-1 atas PSIS.