Nama Timothy Ronald tercatat dalam daftar pemegang saham PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO) dengan porsi 1,26 persen per 30 Oktober 2026. Pada saat yang sama, saham perusahaan penerbit Tempo itu melonjak 26,44 persen dalam perdagangan Selasa, 3 November 2026. Namun, data tersebut tidak membuktikan bahwa perubahan harga terjadi karena masuknya Timothy sebagai pemegang saham.
Mengutip data Stockbit, Timothy memiliki 13.373.100 saham TMPO. CNBC Indonesia dan Suara.com melaporkan, pada bulan sebelumnya namanya belum muncul dalam daftar pemegang saham yang memiliki lebih dari 1 persen saham perusahaan.
Dengan harga TMPO Rp220 per saham, nilai kepemilikan Timothy diperkirakan sekitar Rp2,94 miliar. Angka itu merupakan perkiraan berdasarkan harga saham pada perdagangan tersebut, bukan keterangan mengenai harga yang dibayarkan saat saham diperoleh.
Daftar pemegang saham berubah pada Oktober
Perubahan posisi Timothy berlangsung bersamaan dengan berkurangnya kepemilikan dua nama lain yang tercatat dalam daftar pemegang saham TMPO. EFG Bank AG, Singapore Branch A/C Clients, misalnya, mengurangi porsinya dari 3,12 persen menjadi 1,61 persen.
Penurunan itu setara 1,51 poin persentase. Jumlah saham yang dilepas EFG Bank tercatat sebanyak 16 juta lembar. Sementara itu, Yulie Sekuritas Indonesia tidak lagi tercantum dalam daftar pemilik saham di atas 1 persen setelah melepas 20 juta saham.
Sebelumnya, kepemilikan Yulie Sekuritas tercatat sebesar 1,89 persen. Perubahan tersebut menggambarkan pergeseran di antara pemegang saham besar selama periode yang sama, tetapi informasi yang tersedia tidak merinci siapa pembeli saham yang dilepas oleh kedua pihak tersebut.
Perlu dibedakan pula antara tidak tercantum dalam daftar pemilik di atas 1 persen dan tidak memiliki saham sama sekali. Data yang diberitakan menunjukkan posisi dalam daftar berdasarkan ambang kepemilikan itu. Karena itu, ketiadaan nama pada bulan sebelumnya tidak dengan sendirinya memastikan bahwa seseorang atau badan usaha tidak memegang saham TMPO.
TMPO naik 26,44 persen pada sesi pertama
Pergerakan harga TMPO menguat tajam pada Selasa, 3 November 2026. Menjelang akhir sesi pertama, tepatnya pukul 11.19 WIB, saham itu berada di Rp220 per lembar, naik 46 poin atau 26,44 persen.
Aktivitas transaksi juga lebih ramai dibandingkan rata-rata harian yang dicantumkan dalam laporan. Volume perdagangan mencapai 1,7 juta lot dengan nilai transaksi Rp35,97 miliar. Adapun rata-rata hariannya tercatat 981.200 lot dan nilai Rp19,09 miliar.
Selisih angka tersebut menunjukkan bahwa perdagangan pada waktu pengamatan berlangsung lebih aktif daripada rerata yang dilaporkan. Meski demikian, lonjakan harga dan masuknya Timothy ke daftar pemegang saham terjadi dalam rentang waktu pemberitaan yang berdekatan. Data yang tersedia tidak menyatakan adanya hubungan sebab-akibat di antara keduanya.
Nilai kepemilikan mengikuti harga pasar
Perkiraan Rp2,94 miliar untuk saham Timothy dihitung dengan mengalikan 13.373.100 lembar saham dengan harga Rp220. Nilainya dapat berubah mengikuti pergerakan harga TMPO. Dengan demikian, angka itu menggambarkan nilai pasar pada acuan harga tersebut, bukan nilai tetap dari kepemilikannya.
Informasi mengenai susunan pemegang saham per 30 Oktober memberi gambaran posisi kepemilikan yang melewati ambang 1 persen. Sementara data perdagangan 3 November memperlihatkan harga dan nilai transaksi pada waktu tertentu. Keduanya merupakan catatan berbeda, sehingga angka perdagangan pada pukul 11.19 WIB tidak dapat dianggap sebagai harga penutupan hari itu.
Hingga data yang diberitakan, Timothy tercatat menguasai 1,26 persen saham TMPO, sedangkan EFG Bank dan Yulie Sekuritas mengalami pengurangan posisi. Perkembangan kepemilikan selanjutnya akan terlihat pada pembaruan daftar pemegang saham, sementara pergerakan harga tetap tercermin dalam data perdagangan bursa.