Bitcoin merosot ke sekitar US$78.000 saat kabar dugaan peretasan Binance mengguncang pasar kripto. Laporan media menyebut nilai kerugian yang diduga terkait insiden itu berbeda-beda, mulai dari lebih dari US$5,6 miliar hingga US$6,3 miliar.
CNBC Indonesia melaporkan Binance tengah menyelidiki dugaan peretasan yang disebut menimbulkan kerugian sekitar Rp50,3 triliun. Angka tersebut sejalan dengan nilai US$6,3 miliar yang dicantumkan dalam laporan Investing.com Indonesia. Sementara itu, BeInCrypto dan Bareksa.com menulis potensi kerugian lebih dari US$5,6 miliar.
Nilai kerugian belum seragam dalam laporan
Perbedaan angka itu membuat besaran dampak dugaan insiden belum dapat dipastikan dari laporan yang beredar. Bloomberg Technoz menyebut Binance membekukan aset senilai lebih dari Rp45 triliun. Informasi tersebut menggambarkan tindakan pengamanan yang dilaporkan, tetapi tidak dengan sendirinya memastikan jumlah akhir kerugian.
Binance, bursa kripto terbesar, disebut sedang memeriksa dugaan peretasan tersebut. Belum ada keterangan lebih rinci dalam laporan-laporan itu mengenai cara serangan terjadi maupun aset yang terdampak. Karena itu, nilai kerugian yang beredar perlu dibedakan dari jumlah aset yang dilaporkan telah dibekukan.
Tekanan menjalar ke pasar kripto
Penurunan Bitcoin ke kisaran US$78.000 terjadi bersamaan dengan kabar tersebut. Judul laporan Investing.com Indonesia mengaitkan pelemahan harga dengan dugaan peretasan Binance, sementara laporan media lain menyoroti tekanan yang muncul di pasar kripto.
BeInCrypto juga melaporkan likuidasi kripto senilai US$1,49 miliar pada hari yang sama, dengan investor yang mengambil posisi bullish mengalami kerugian besar. Likuidasi terjadi ketika posisi perdagangan ditutup paksa, dan angka itu menunjukkan besarnya tekanan pada pelaku pasar. Namun, laporan yang tersedia tidak merinci bagian likuidasi yang secara langsung disebabkan oleh kabar Binance.
Besarnya angka yang beredar membuat perkembangan penyelidikan Binance dan penjelasan mengenai aset yang dibekukan menjadi perhatian berikutnya. Sementara itu, laporan yang tersedia belum memuat rincian hasil pemeriksaan ataupun kepastian nilai kerugian.