PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT) mengumumkan wafatnya Ronny Hertantyo Raharjo, anggota direksi perusahaan, pada Senin, 26 Oktober 2026. Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), perseroan menyatakan peristiwa tersebut tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional maupun kelangsungan usaha.
Kabar itu dilaporkan CNBC Indonesia pada Rabu, 28 Oktober 2026, dengan mengacu pada dokumen keterbukaan informasi perusahaan. CBUT tidak menyertakan keterangan lain mengenai wafatnya Ronny dalam laporan tersebut. Perseroan juga tidak memerinci langkah terkait susunan manajemen setelah kabar duka itu.
Perseroan menyatakan operasional tetap berjalan
Dalam laporan kepada BEI, CBUT menyebut wafatnya Ronny tidak menimbulkan dampak material terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha. Pernyataan tersebut menjadi informasi utama bagi pemegang saham dan pelaku pasar yang mengikuti perkembangan emiten.
Dokumen itu ditandatangani Alex Dwi Adha yang mewakili perseroan. Tidak ada uraian tambahan mengenai perubahan kepengurusan ataupun penunjukan pengganti dalam keterbukaan informasi yang diberitakan CNBC Indonesia. Karena itu, informasi yang disampaikan perusahaan sejauh ini terbatas pada kabar wafat dan penilaian mengenai dampaknya terhadap usaha.
CBUT menjalankan kegiatan di bidang pemurnian, pemisahan atau fraksinasi, serta perdagangan produk kelapa sawit dan turunannya. Perusahaan tidak menyebut adanya gangguan pada kegiatan-kegiatan tersebut akibat wafatnya Ronny. Keterangan itu merujuk pada penilaian perseroan dalam laporan resmi, bukan rincian mengenai rencana kerja operasional setelah peristiwa tersebut.
Berkarier di bidang keuangan dan perbankan
Riwayat jabatan Ronny memperlihatkan pengalaman panjang di sektor audit, keuangan, perbankan, dan pengelolaan perusahaan. Menurut profil di situs resmi CBUT yang dikutip CNBC Indonesia, ia berdomisili di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Ia menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran, jurusan Akuntansi Keuangan, serta mengikuti Program Magister Manajemen bidang Keuangan di Gunung Sewu Fame (GS Fame).
Kariernya dimulai di KPMG-Ernst & Young. Pada 1995 hingga 2002, ia bekerja sebagai manajer audit. Setelah itu, pada 2003-2005, ia menjabat Senior Manager Finance, Accounting & Tax di PT Cardig International. Ia kemudian bergabung dengan PT Sun Life Financial sebagai Assistant Vice President Finance pada 2006-2008.
Ronny berkarier di PT Bank Danamon Indonesia Tbk pada 2008-2015 dengan jabatan Vice President SME & Commercial. Ia lalu menjadi Group Chief Marketing Officer PT Reliance Capital Management selama 2015-2016, sebelum menjabat Chief Financial Officer PT Binare Indonesia Group pada 2016-2019. Perjalanan berikutnya membawanya kembali ke Cardig International sebagai Director & Group Chief Financial Officer pada 2020-2022.
Catatan jabatan dalam profil perusahaan memuat dua keterangan terkait posisinya di CBUT. Ronny tercatat sebagai direktur perseroan pada periode 2022-2024. Profil yang sama menyebut ia diangkat menjadi Direktur Utama berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 30 Juli 2024, yang dituangkan dalam Akta Nomor 12 pada tanggal yang sama. Sementara itu, keterbukaan informasi tentang wafatnya menyebut Ronny sebagai direktur perseroan.
Informasi lanjutan menunggu pengumuman perusahaan
Perbedaan penyebutan jabatan tersebut bersumber dari keterangan dalam dokumen dan profil perusahaan yang dikutip media. Dalam laporan wafatnya, CBUT belum menerangkan perubahan susunan direksi maupun mekanisme pengisian posisi yang ditinggalkan. Perusahaan juga tidak menyampaikan informasi lain di luar pernyataan bahwa dampak terhadap kegiatan usaha dinilai tidak material.
Bagi investor, dokumen keterbukaan informasi menjadi rujukan resmi mengenai kabar tersebut dan penilaian perusahaan atas dampaknya. Perkembangan mengenai susunan pengurus atau keterangan tambahan dari CBUT belum tercantum dalam laporan yang tersedia hingga berita ini disusun.