Fadel Muhammad ditetapkan sebagai Komisaris Utama PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau SURGE dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Rabu, 21 Oktober 2026. Ia menggantikan Hashim Djojohadikusumo setelah sebelumnya menjadi anggota komisaris perusahaan tersebut.
Perubahan susunan pengawas itu menempatkan Fadel, politikus senior yang pernah menjabat gubernur, menteri, anggota DPR, dan senator, di posisi tertinggi jajaran komisaris perusahaan digital tersebut. Sementara itu, Hashim mengajukan pengunduran diri pada 29 September 2026, seiring perannya sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi.
Peralihan kepemimpinan di jajaran komisaris SURGE
Dalam keterangan terkait perubahan tersebut, SURGE menyampaikan apresiasi atas kontribusi Hashim selama menjabat sebagai komisaris utama. Setelah pengunduran dirinya, perusahaan menunjuk Fadel untuk mengisi posisi itu melalui RUPSLB.
Penunjukan tersebut bukan langkah pertama Fadel di perusahaan. Sebelum dipercaya memimpin jajaran komisaris, ia telah duduk sebagai komisaris. Perubahan jabatan ini menambah babak baru dalam perjalanan kariernya, yang selama puluhan tahun berlangsung di pemerintahan, politik, dan parlemen.
Fadel dikenal sebagai figur yang meniti karier dari pemerintahan daerah. Ia terpilih menjadi Gubernur Gorontalo pada 2001 dan kembali memenangkan pemilihan untuk periode berikutnya. Ia memimpin provinsi itu hingga 2009, sebelum masuk ke pemerintahan pusat.
Perpindahan dari jabatan kepala daerah ke posisi komisaris perusahaan mempertemukan pengalaman Fadel di sektor publik dengan tanggung jawab barunya di lingkungan korporasi. Namun, informasi yang tersedia mengenai penunjukannya berfokus pada perubahan susunan komisaris dan rekam jejak Fadel, tanpa merinci agenda atau prioritas pengawasan yang akan dijalankannya.
Dari Gubernur Gorontalo hingga senator
Pada 2009, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunjuk Fadel sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan dalam Kabinet Indonesia Bersatu II. Ia menjalankan tugas tersebut hingga 2011. Di tengah kiprahnya di pemerintahan, Fadel juga mengembangkan peran di Partai Golkar.
Selepas dari kabinet, ia melanjutkan karier politik melalui lembaga legislatif. Fadel terpilih sebagai anggota DPR RI pada Pemilu 2014 untuk masa jabatan 2014–2019. Pengalaman di parlemen itu kemudian berlanjut ketika ia beralih ke Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.
Fadel terpilih sebagai senator pada Pemilu 2019 untuk periode 2019–2024. Ia kembali memperoleh kursi dalam Pemilu 2024 dan menjalani masa jabatan hingga 2029. Dengan demikian, sebelum ditunjuk sebagai komisaris utama SURGE, ia telah memiliki pengalaman di pemerintahan daerah, kabinet, DPR, dan DPD.
Fadel Muhammad Al-Haddar lahir di Ternate, Maluku Utara, pada 1952. Sebelum dikenal luas sebagai politikus, ia memiliki latar belakang sebagai pengusaha. Riwayat tersebut melengkapi profilnya sebagai tokoh yang berkiprah di sejumlah bidang sebelum menduduki jabatan baru di perusahaan.
Rincian aset yang dilaporkan Fadel
Data kekayaan yang dicantumkan dalam laporan yang dirujuk sumber menyebutkan aset tanah dan bangunan menjadi komponen terbesar. Fadel melaporkan delapan aset properti senilai Rp126 miliar yang tersebar di Jakarta Selatan dan Bogor.
Ia juga mencatat surat berharga senilai Rp41 miliar. Adapun kendaraan bermotor dilaporkan senilai Rp1,3 miliar, harta bergerak lainnya Rp2,1 miliar, serta kas dan setara kas Rp365 juta. Angka-angka tersebut menunjukkan komposisi aset yang dilaporkan, bukan penjelasan mengenai kebijakan atau keputusan yang akan diambilnya di SURGE.
Dengan pengalaman panjang di sektor pemerintahan dan parlemen, Fadel kini mengemban tanggung jawab baru dalam jajaran pengawas SURGE. Perhatian selanjutnya akan tertuju pada bagaimana susunan komisaris baru bekerja bersama perusahaan, sementara rekam jejak Fadel menjadi konteks penting untuk memahami perjalanan menuju jabatan tersebut.